Tuesday, November 13, 2012

Bersatu

Suatu hari di sebuah peternakan, hiduplah seekor keledai yang merana. Keledai ini dimiliki oleh seorang majikan yang kejam. Setiap hari, si majikan tak pernah luput mencambuk si keledai, meskipun hewan itu tidak bersalah. Karena tidak tahan dengan perlakuan kejam ini setiap hari, si keledai memutuskan untuk lari.

Di tengah jalan, ia bertemu dengan anjing yang juga diusir pemiliknya karena diangga
p tidak berguna. Mereka berdua memutuskan untuk berjalan bersama.

Tak lama kemudian, mereka melihat seekor ayam yang hendak di sembelih. Karena kasihan melihat nasib si ayam, mereka mmutuskan untuk melepaskan ayam dari kandangnya dan bertiga berjalan ke kota Bremen, yang lebih besar dari desa mereka.

Lama dalam perjalanan, tiga sekawan ini kelaparan dan kehausan. Namun apa daya, tidak ada apapun yang bisa dimakan atau diminum di sekitar mereka. Bahkan sungai kecil yang biasanya berair jernih pun siang itu tampak kering kerontang.

"Aduh, aku lapar sekali!" Seru si Keledai."Dan aku haus!" Sahut si anjing. "Aku lapar dan haus!" Sahut si ayam pula. Mereka pun terduduk dengan lesu di sisi pintu masuk kota Bremen. Tak lama kemudian mereka menagis bersama.tak disangka, suara tangisan mereka terdengar bagaikan musik! Penduduk kota mulai berkumpul dan melemparkan uang pada tiga sekawan ini. Maka ketiga sekawan ini memperoleh cukup uang untuk membeli makan dan minum. Sejak saat itu, mereka menyanyi bersama dan dikenal sebagai Pemusik dari Bremen. Nyanyian mereka terkenal dan orang - orang berdatangan ke Bremen hanya untuk melihat mereka bernyanyi.

Ketiga sekawan ini menjadi sombong dan masing - masing menganggap dirinyalah yang paling penting. Ayam berkata, "Kokokan ku lah yang paling mereka kagumi. Kokokanku terdengar berwibawa dan membangkitkan semangat!" Keledai mendengus, "Huh, ringkikankulah yang paling merdu, ditambah detuman kakiku, sangat menggetarkan hati!" Anjing menyahut, "Kalian salah! Lolongankulah yang membuat mereka terkagum - kagum!"

Ketiga sahabat itu bertengkar dan berdebat. Akhirnya mereka memutuskan agar besok, masing - masing tampil bergiliran untuk melihat siapa yang paling disukai.

Maka esoknya, pergilah mereka ke lapangan kota tempat biasanya mereka bernyayi. Ayam mendapat giliran pertama untuk tampil. Ayam berkokok penuh semangat dan mengepakkan sayapnya. Tapi tak seorangpun menghiraukan aksinya! Ayam pun kelelahan dan terduduk. Kini anjing mendapat giliran tampil. Ia melolong sekuat tenaganya. Penduduk kota merasa kesal dengan lolongan si anjing dan mulai mencemoohmya. Anjing putus asa dan segera menghentikan aksinya. Terakhir giliran keledai. Ia pun segera meringkik - ringkik sambil menyepakkan kaki. Penduduk kota menjadi ketakutan dan segera menyingkir dari lapangan tersebut. Lapangan pun menjadi sepi dan ketiga sekawan itu terduduk dengan kecewa.

Keledai angkat bicara, "Ternyata kita salah, teman - teman. Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk diantara kita. Kita harus berkerja sama agar bisa bernyanyi dengan baik." Kedua kawannya mengangguk dan mereka pun mulai bernyanyi bersama lagi, hingga penduduk kota kembali berkumpul mendengar mereka bernyanyi.

Tanadi Santoso.
http://koningsberg.blogspot.com/
http://sugiatno-ceritalucu.blogspot.com/