Tuesday, June 18, 2019
SENDI KEHIDUPAN
Saturday, January 5, 2019
Kisah Tiga Pohon
Monday, April 16, 2018
Hal2 Sepele yang menjadi Pembelajaran
Tuesday, August 8, 2017
Berikut 40 fungsi daun sirsak:
Wednesday, March 29, 2017
Rasa syukur dan kehidupan
Dulu, saya pernah menulis: "Kalau kita tidak pernah merasakan lapar, bagaimana bisa menghargai sepiring nasi." Hidup ini baru bisa kita hargai kalau kita tahu akan kepahitannya.
Seorang anak kecil menangis merengek-rengek minta celana baru kepada orang tuanya, sampai dia melihat anak kecil lain yang tidak punya kaki.
Seorang anak mengeluh terus karena ibunya yang sering memarahinya, tanpa tahu anak yatim piatu itu begitu merindukan dimarahi ibunya.
Hellen Keller, yang buta dan tuli itu pernah berkata, kalau saja seseorang bisa buta dan tuli selama sehari, maka dia akan menjadi orang yang sangat bersyukur dan bisa menghargai mata dan telinganya.
Mungkin karena kenikmatan yang berlebihan, atau rasa nyaman, membuat kita berkeluh kesah untuk hal2 kecil yang tidak terlalu berarti. Mungkin karena tidak pernah susah kita mengeluh akan hal2 kecil yang menimpa kita.
Banyaknya orang yang lupa bersyukur atas segala hal positip yang telah diterimanya, dan selalu komplain akan kekurang-lengkapan hidupnya. Kalau saja bisa lebih sukses, kalau saja bisa lebih cantik, kalau saja bisa lebih kaya, dan sejuta "kalau saja" lainnya.
Kita komplain tidak punya waktu, kita komplain kurang bisa dimengerti orang lain, kita komplain tidak punya orang tua yang kaya. Mungkin kita sebaiknya belajar bersyukur dan mencoba menghargai apapun yang datang pada kehidupan kita.
Wednesday, January 25, 2017
BAHAGIA itu ternyata....
Seorang dosen tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa nya di taman kampus, keduanya melihat sepasang sepatu yg sudah usang dan lusuh.
Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu milik pekerja kebun yg sebentar lagi akan menyelesaikan pekerjaannya.
Sang mhsiswa melihat kepada dosennya dan berkata :
_Bagaimana kalau kita candai tukang kebun ini dgn menyembunyikan sepatunya, kemudian kita bersembunyi dibelakang pepohonan, nanti ketika dia datang Kita lihat bgmn dia kaget dan cemas karena kehilangan sepatunya_
Dosen itu menjawab:
Mahasiswaku, tidak pantas kita menghibur diri dgn mengorbankan orang miskin.
Kamu kan seorang yg kaya, dan kamu bisa saja menambah kebahagiaan utk dirinya.
_Sekarang coba kamu masukkan beberapa lembar uang kertas ke dlm sepatunya,_
_kemudian saksikan bagaimana respon dari tukang kebun miskin itu?_
Sang mhsiswa sangat takjub dgn usulan dosennya.
Dia langsung memasukkan bbrpa lembar uang ke dlm sepatu tukang kebun itu.
Setelah itu ia bersembunyi di balik semak2 bersama dosennya sambil mengintip apa yg akan terjadi dgn tukang kebun.
Tak brpa lama datanglah tukang kebun itu, sambil mengibas2kan kotoran debu dari pakaiannya.
Dia menuju tempat dia meninggalkan sepatu sblm bekerja.
Ketika ia memasukkan kakinya ke dlm sepatu, ia menjadi terperanjat, karena ada sesuatu yg mengganjal di dalamnya.
Saat ia keluarkan ternyata…....uang..!
Dia memeriksa sepatu yg satunya lagi, ternyata juga berisi uang..!
Dia memandangi uang itu berulang-ulang seolah ia tidak percaya dgn penglihatannya.
Ia pun memutar pandangannya ke segala penjuru namun ia tidak melihat seorangpun.
Sambil menggenggam uang itu lalu ia berlutut sambil menengadah ke langit ia berucap :
_“Aku bersyukur kepada-Mu, ya Allah, Tuhanku yg maha Pengasih dan Penyayang_
_Wahai Yang Maha Tahu, istriku sedang sakit dan anak-anak ku kelaparan. Mereka belum mendapatkan makanan hari ini._
_Engkau telah menyelamatkanku, anak-anakku dan istriku dari penderitaan...”_
Dengan kepolosannya dia terus menangis terharu sambil memandangi langit sebagai ungkapan rasa syukurnya atas karunia dari Allah Yang Maha Pemurah.
Sang mhsiswa sangat terharu dgn pemandangan yg di lihatnya dari balik persembunyian itu Air matanya menetes tanpa dapat ia bendung.
Sang dosen yg bijak tsb.pun berkata pada mhsiswanya :
_“Bukankah sekarang kamu merasakan kebahagiaan yg lebih dari pada kamu melakukan usulan pertama dg menyembunyikan sepatu tukang kebun miskin itu?”_
Sang mahasiswa menjawab:
“Aku telah mendapatkan pelajaran yg tidak akan aku lupakan seumur hidupku.
Sekarang aku paham makna kalimat :
_“Ketika kamu memberi, kamu akan memperoleh kebahagiaan yg lebih banyak daripada ketika kamu diberi”._
Sang dosen melanjutkan nasehatnya.
_Dan ketahuilah bahwa bentuk pemberian itu bermacam2 :_
• Memaafkan kesalahan orang di saat kamu mampu melakukan balas dendam,... adalah suatu pemberian.
• Mendo’akan teman & saudaramu di belakangnya (tanpa sepengetahuannya) itu adalah juga pemberian.
• Berusaha berbaik sangka dan menghilangkan prasangka buruk , juga suatu pemberian.
• Menahan diri dari membicarakan aib sesama kita dibelakangnya adalah pemberian juga.
Ini semua adalah pemberian.
Marilah kita saling memberi dan berbuat baik, niscaya hidup kita akan menjadi lebih indah.
Ternyata bahagia itu mudah..
Thursday, December 29, 2016
Dahsyatnya 10 Kekuatan Manusia
Selama menjadi penasehat, Zhuge Liang (Tokoh Genius & Hebat di Zaman Sam Kok / Tiga Kerajaan) pernah menulis sebuah surat kepada anaknya. Isi surat yang ditulis 1.800 tahun yang lalu itu sarat dengan dengan kebijakan yang tak lekang oleh waktu dan perubahan, diantaranya berisi tentang 10 kekuatan manusia, yaitu :
1. Kekuatan Keheningan
Keheningan membantu kita menenangkan diri untuk menjernihkan pikiran. Ia menjelaskan bahwa suasana hening membantu kita melakukan introspeksi diri, mengevaluasi segala tindakan, dan menumbuhkan tekad untuk memperbaiki diri. Ia juga menegaskan bahwa kunci keberhasilan dalam belajar adalah keheningan, sebab dalam keheningan kita dapat menelusuri apa sebenarnya visi dan misi hidup kita.
2. Kekuatan Hidup Hemat
Zhuge Liang memberikan petunjuk bahwa hidup bersahaja akan menyelamatkan diri kita agar tidak diperbudak oleh materi. Hidup sederhana menurut sang penasehat ini membentuk diri kita menjadi manusia yang lebih bermoral. Jangan terseret dalam pola hidup boros, sebab pola hidup boros suatu saat dapat mengubur kita kedalam tumpukan hutang dan puing-puing kehancuran.
3. Kekuatan Membuat Perencanaan
Dalam surat-surat itu Zhuge Liang menegaskan tentang pentingnya merencanakan hidup. Fail to plan means plan to fail – Gagal merencanakan berarti merencanakan untuk gagal. Dengan melakukan perencanaan yang baik, maka kita akan dapat menempatkan prioritas dengan baik pula. Sebaliknya, tanpa perencanaan yang baik akan selalu membuat kita gagal menyelesaikan apapun yang kita kerjakan.
4. Kekuatan Belajar
Zhuge Liang dalam suratnya menyebutkan bahwa keheningan memaksimalkan pencapaian hasil dari tujuan belajar. Ia meyakini bahwa kemampuan manusia bukan berasal dari pembawaan sejak lahir, melainkan merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dilakukan dengan konsisten. Oleh sebab itu ia menyarankan agar kita tak pernah berhenti belajar sampai kapanpun. Sementara dalam proses pembelajaran, kerendahan hati akan sangat membantu kita menyerap dengan mudah ilmu pengetahuan yang dibutuhkan.
5. Kekuatan Nilai Tambah
Nasehatnya ini menekankan kita agar lebih banyak memberi, karena hal itu akan membuat kita lebih banyak menerima. Oleh sebab itu kita harus berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik untuk orang lain, diantaranya kepada keluarga, kerabat, teman, konsumen, mitra bisnis, dan lain sebagainya. Bila kita mampu memberikan sesuatu yang ekstra atau nilai tambah terhadap apa yang dibutuhkan orang lain, tentu saja mereka akan senang, merasa tersanjung dan terpesona. Tak heran jika selanjutnya mereka ingin selalu menjalin hubungan yang menguntungkan bagi Anda.
6. Kekuatan Kecepatan
Beliau menesehat anaknya agar tidak menunda-nunda pekerjaan karena penundaan artinya menghambat usaha kita mencapai visi dan misi secepat mungkin. Ia menandaskan agar kita menjalankan segala sesuatu dengan efektif dan efisien waktu. Dalam hal ini sangat dibutuhkan kemampuan memanajemen waktu. Jika perlu, satu hal dilakukan bersama-sama dengan tim agar lebih cepat terselesaikan, “Alone we can do so little; together we can do so much. – Sendiri kita menyelesaikan sedikit pekerjaan; bersama kita kerjakan sangat banyak pekerjaan,” kata Hellen Keller.
7. Kekuatan Karakter
Zhuge Liang menasehati anaknya agar membiasakan diri tidak bersikap tergesa-gesa, sebab segala sesuatu memerlukan proses. Kehati-hatian dalam bersikap dapat membentuk sebuah karakter yang utuh. Dalam pepatah bangsa Tionghoa dikatakan, “Diperlukan waktu hanya sepuluh tahun untuk menanam dan memelihara sebatang pohon, tapi memerlukan waktu paling sedikit 100 tahun untuk membentuk sebuah watak yang utuh.”
8. Kekuatan Waktu
Dalam suratnya Zhuge Liang menginginkan anaknya menghargai waktu. Sebab waktu berlalu sangat cepat, tak jarang ikut mengikis semangat dan cita-cita kita. Oleh sebab itu manajemen waktu dengan baik, jangan pernah menyia-nyiakan waktu dengan melakukan aktifitas yang kurang bermanfaat.
9. Kekuatan Imaginasi
Zhuge Liang memberikan nasehat supaya kita berpikir jauh ke depan, agar kita tidak tertinggal oleh jaman yang terus berkembang. Imajinasi tentang masa depan dikatakannya lebih kuat dari pengetahuan. Hal ini juga pernah diucapkan oleh Albert Einstein, “Imagination is everything. It is the preview of life’s coming attractions. – Imajinasi adalah segalanya. Imajinasi adalah penarik realitas yang akan datang.”
10. Kekuatan Kesederhanaan
Sang penasehat ini mencontohkan kekuatan kesederhanaan dalam setiap surat-suratnya yang singkat dan mudah dimengerti tetapi sarat tuntunan hidup positif. Tidak ada teori atau tuntunan hidup yang muluk-muluk, melainkan kebijaksanaan hidup yang sederhana. Begitupun jika kita ingin menghasilkan prestasi hidup yang luar biasa, tak perlu menggunakan teori yang rumit. Sekalipun tindakan atau langkah-langkah yang kita lakukan sederhana tetapi jika dilakukan dengan konsisten maka kita akan mudah meraih visi dan misi. “