Tuesday, October 19, 2021

Filosofi Ban


Seorang anak memperhatikan ayahnya yang sedang mengganti ban mobil mereka. 

Dia terheran-heran *mengapa ayahnya mau repot-repot mengerjakan ini dan tidak memanggil orang bengkel saja untuk mengerjakannya.*

Sang ayah tersenyum. *"Sini, nak, ada kesenangan tersendiri ketika kita mengganti ban,* karena mengingatkan kita tentang filosofi ban yang bisa kita pelajari untuk hidup kita," kata ayah.

"Belajar dari ban?" Tanya  sang anak heran. 

Sang ayah tertawa, *"Perhatikan ban ini dengan segala sifat-sifatnya."*

*Pertama*, ban selalu "konsisten" bentuknya. Bundar. Apakah dia dipasang di sepeda roda tiga, motor balap pamanmu, atau roda pesawat terbang. Ban tak pernah berubah menjadi segi tiga atau segi empat.

*Kedua*, ban selalu mengalami kejadian terberat. Ketika melewati jalan berlubang, dia dulu yang merasakan. Saat melewati aspal panas, kotoran  hewan atau ketika ada banjir, ban juga yang harus mengalami langsung. 

*Yang ketiga*, ban selalu menanggung beban terberat. Baik ketika mobil sedang berjalan maupun diam. Baik ketika mobil sedang kosong, maupun saat penuh penumpang dan barang.

*Yang keempat*, ban tak pernah sombong dan berat hati menolak permintaan pihak lain. Ban selalu senang bekerja sama. Ketika pedal rem memerintahkannya berhenti, dia berhenti. Ketika pedal gas menyuruhnya lebih cepat, dia pun taat dan melesat. Bayangkan kalau ban tak suka kerjasama dan bekerja sebaliknya? Saat direm malah ngebut, dan saat digas malah berhenti?

"Wow, benar juga!" puji sang anak.

*Sifat kelima* ban adalah meski banyak hal penting yang dilakukannya, dia tetap rendah hati dan tak mau menonjolkan diri. Misalnya ketika di show room atau pameran mobil, pengunjung lebih mengagumi bentuk body mobil itu, lalu ketika mereka masuk ke dalam, yang menerima pujian berikutnya adalah interior mobil itu. Sofanya empuk, AC-nya dingin, dashboardnya keren, dll. Jarang sekali ada orang yang memperhatikan ban apalagi sampai memuji ban. Padahal semua kehebatan mobil, tak akan berarti apa-apa kalau bannya kempes atau bocor.

Sang ayah selesai mengganti bannya, dan berdiri menatap hasil kerjanya dengan puas. 

*Yang keenam* tentang filosofi ban adalah, *betapa pun bagus dan hebatnya mobil yang kau miliki, atau sepeda yang kau punya, atau pesawat yang kita naiki, saat ban tak berfungsi, kita tak akan bisa kemana-mana*. Kita tak akan pernah sampai ke tujuan.

Sang ayah menuntaskan penjelasannya, *"Jadi kelak, meski kau menghadapi banyak masalah dibanding kawan-kawanmu, tak mendapat pujian sebanyak kawan-kawanmu, bahkan terus menanggung beban berat di atas pundakmu, tetaplah kamu konsisten dengan kebaikan yang kau berikan, tetaplah mau bekerja sama dengan orang lain, jangan sombong dan merasa hebat sendiri, dan yang terpenting, tetaplah menjadi penggerak di manapun kau berada.* Itulah yang ayah maksud dengan hal-hal yang bisa kita pelajari dari ban untuk hidup kita."

_*tidak ada kesuksesan, tanpa perjuangan*_

_*tidak ada perjuangan tanpa  pengorbanan*_. 

Friday, October 15, 2021

OBAT DIABETES PALING AMPUH


Sebatas untuk Pengalaman...

IBUKU,
PENDERITA DIABETES,
Atau
TERKENAL DENGAN SEBUTAN
GULA DALAM DARAH,  
Sampai bila badan luka jadi akan
*SUSAH UNTUK PULIH*. 

Karena Ibuku juga STROKE dan 
Nyaris Semua Badan susah digerakkan sampai sepanjang Hari,
Hanya TIDUR / BERBARING SAJA. 

Sejak satu tahun lalu, 
PINGGUL IBUKU TERLUKA, 
(mungkin saja umumnya terlentang) 
Luka itu Buat lobang dipinggul sampai mengeluarkan Darah dan selanjutnya Bernanah dan Busuk. 

Luka itu mulai Melebar dan buat lobang sana sini Hingga luka itu tampak sangat kronis........
Dan mengakibatkan 
" BAU BUSUK "
(Tidak perlu saya perlihatkan fotonya karena menjijikkan) 

Sepulang dari Malaysia saya berusaha Konsultasi dengan dokter tentang luka itu, 
Dan dokter berkata Bila sisi tubuh sudah mulai membusuk harus di POTONG supaya tidak melebar kemana-mana. Saya Sudah cobalah bermacam-macam langkah,
Tapi luka itu tidak kunjung pulih.

Lalu ada Seseorang Rekan yang menyarankan untuk Minum 
REBUSAN DAUN TALOK / KERSEN,
Yang memiliki nama Latin
Muntingia Calabura L 
dan 
Saya putuskan untuk mencoba...

Awal minum Rebusan daun itu 
" IBUKU DEMAM "
Dan Luka Mengeluarkan Nanah buanyakkkkkk, Hingga harus Saya Tukar Perban beberapa kali.

Setelah dua hari Minum... Luka itu Tidak mengeluarkan Nanah lagi dan mulai keluar 
" Darah Merah " 
dan
Beberapa Hari setelah itu seperti ada daging yang tumbuh Menutupi luka. 

Luka itu mulai tambah baik, 
dan 
Tidak mengeluarkan Darah atau Nanah lagi,
Kurun Waktu sebulan... Luka mulai kering. 
Dan Luka Kecil mulai Tertutup, 
Luka besar mulai Menciut.

Hingga saat ini tetap masih saya minum kan.. tapi daunnya tidak saya rebus tapi saya keringkan dan saya seduh seperti buat teh hijau. 

Satu gelas diminum 2 x satu hari.

Caranya :

1: Petik saja daun talok/kersen yang masih segar, lalu jemur di bawah sinar sampai kering.

2: Jika sudah kering, kita bisa menyeduh daun talok kering ini dengan air panas.

3: Biarkan sampai hangat baru diminum seduhan daun ini sebelum tidur.

4: Ampasnya bisa digunakan lagi untuk menyeduh dengan air panas baru besok paginya, lalu buang. 
Tapi kalau tidak sayang bisa sekali pakai saja.

5: Minumlah secara rutin hingga gula darah Anda normal kembali.

Jika Sudah Normal, tinggal menjaga saja agar tidak kumat lagi yah. Karena penyakit Diabetes ini hanya bisa dihindari dengan 
POLA HIDUP SEHAT.

Bahkan bisa menyerang di segala usia. 
Mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Monday, October 4, 2021

Bukan Sekadar Hasil


Di antara sekian banyak kejadian kontroversial di dunia tinju, kejadian pada tanggal 28 Juni 1997 mungkin adalah yg paling diingat orang. Ketika itu, Evander Holyfield berhadapan dengan Mike Tyson. Itu adalah pertandingan ulang. Pada pertandingan pertama tanggal 9 November 1996, Holyfield menang TKO di ronde ke-11. Event yg disebut2 sebagai pertarungan terdahsyat dalam sejarah tinju itu ternyata berakhir memalukan. Pertandingan dihentikan di ronde ketiga karena Tyson menggigit telinga Holyfield, sebuah tindakan yg sangat tercela di ring tinju. Tyson dinyatakan kalah & mendapat hukuman.

Mempunyai keinginan untuk mencapai atau meraih sesuatu tentunya tidak salah. Jadi, sangatlah wajar jika seseorang itu berupaya keras untuk mencapai cita2nya, bekerja mati2an untuk meraih sukses. Yg jadi masalah adalah, kalau untuk mencapai keinginannya itu, orang lalu menghalalkan segala cara; termasuk melakukan kecurangan & kekejian, tidak peduli norma & melanggar hukum.

Saudaraku, firman Tuhan hari ini berkisah tentang Raja Ahab yg menginginkan kebun anggur Nabot. Nabot menolak karena kebun anggur itu pusaka nenek moyangnya (1 Raj. 21:3). Lalu atas saran Izebel, istrinya, Ahab melakukan cara2 keji untuk mencapai keinginannya itu (1 Raj. 21:9-14). Tindakan yg kemudian mendatangkan hukuman Tuhan atas Ahab dan keluarganya (1 Raj. 21:21). Hikmahnya, janganlah kita hanya terfokus pada keinginan untuk meraih sesuatu. Perhatikan juga cara mencapainya. Sebab segala sesuatu yg diraih dengan cara yg curang & keji, tidak akan menjadi berkat. Malah bisa mendatangkan laknat.

"Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran, dari pada penghasilan banyak tanpa keadilan." (Ams. 16:8)
Bac: 1 Raj. 21:1-29