Thursday, August 19, 2021

Madame Chong


Dicampakkan Suami...
Tak Punya Uang...
Anak Masih Kecil...

Nasibnya benar-benar malang!

Tapi "Kisah Suksesnya" menginspirasi Jutaan Wanita!
Dewasa ini, banyak wanita yang ingin menikahi pria yang mapan, sudah punya rumah, punya mobil dan sebagainya dengan tujuan supaya hari-hari bisa dilalui dengan bahagia dan tidak perlu hidup susah. Ya, ini sebenarnya sah-sah saja, cuma tidak semua orang bernasib baik, seperti misalnya wanita yang satu ini.

Mungkin bagi kita yang di Indonesia tidak begitu mengenalnya, tetapi hampir semua orang di Asia Timur seperti Hongkong, Taiwan dan lain-lain pernah memakan pangsit buatannya. Ia adalah pendiri pangsit Wanchai Wharf, *Madame Chong*.

Waktu muda, ia seperti semua gadis pada umumnya, ingin menemukan pria kaya dan baik untuk dinikahi dan memiliki kehidupan yang bahagia. Namun, takdir berkata lain.

Chong dilahirkan di sebuah keluarga miskin di Rizhao, Provinsi Shandong pada tahun 1945. Di usia yang masih kecil dan belum mengerti apa-apa, ia sudah harus bekerja untuk membantu orang tuanya. Di usia 14 tahun, ayahnya tiba-tiba pergi dan tidak kembali lagi. Untuk mencari nafkah, ibunya pun membawanya dan saudaranya untuk bekerja di Qingdao. Karena tidak tahan melihat ibunya bekerja sendiri untuk menopang seluruh keluarga, ia pun putus sekolah dan menjadi seorang perawat.

Pada masa menjadi perawat itulah, Chong berkenalan dengan seorang pria asal Thailand yang kemudian menjadi suaminya. Pada saat itu, ia mengira Tuhan telah melihat penderitaannya dan mengirimnya seorang pangeran tampan. Ia pikir sejak saat itu ia bisa hidup bahagia. Ia juga melahirkan 2 orang putri yang cantik dan hidup bahagia bersama suaminya selama 6 tahun.

Pada tahun 1974, suaminya tiba-tiba berkata ingin kembali ke Thailand dan berjanji untuk membawa Chong serta kedua putrinya setelah ia pulang untuk melihat situasi. Pada saat itu, ekonomi Thailand jauh lebih berkembang daripada Tiongkok. Jika mereka sekeluarga pindah ke Thailand, tentu kehidupan mereka juga akan lebih baik. Namun ternyata, suaminya tidak datang menjemput mereka setelah 3 tahun pulang. Chong kemudian membawa kedua putrinya ke Thailand untuk mencari suaminya. Begitu tiba di sana, ia melihat kenyataan yang tidak dapat diterimanya. Suaminya menikah lagi dengan wanita lain di Thailand dan memiliki seorang putra.

Akhirnya terbongkar kalau suaminya menikah lagi karena mereka tidak memiliki anak laki-laki. Di Thailand, poligami juga diperbolehkan, sehingga keluarga suaminya membiarkannya untuk memiliki istri kedua. Tapi bagi Chong, ini merupakan pukulan yang berat bagi martabatnya. Walaupun ia harus menerima suaminya berpoligami, tapi di bawah 'pemikiran kuno' yang lebih mementingkan anak laki-laki dibanding anak perempuan, ia dan kedua putrinya sudah pasti akan menerima perlakukan yang tidak adil. Akhirnya ia pun pergi meninggalkan suaminya beserta kedua putrinya dengan modal uang 200 dolar (sekitar 400 ribu Rupiah) di dompet.

Ketika transit di Hong Kong, ia menemukan bahwa ia tidak mampu lagi membeli tiket kembali ke Tiongkok. Ia dan putrinya pun terdampar di jalanan yang asing. Ia merasa sangat putus asa, tapi begitu memikirkan kedua anak perempuannya, ia pun bangkit lagi dan berusaha untuk tetap tegar.

Setelah bertanya sana sini, Chong menyewa sebuah kamar kecil seluas 4 meter persegi di Causeway Bay. Untuk mencari nafkah, ia hanya tidur selama empat jam sehari, dan menghabiskan sisa waktunya untuk bekerja.

Namun, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Chong tidak sengaja terluka saat bekerja, dan bosnya yang tidak bertanggung jawab bukan hanya tidak membayar biaya pengobatannya, tetapi juga membuat alasan untuk tidak membayar upah dan memecatnya. Untungnya, dengan bantuan pengacara yang baik, ia berhasil mengambil kembali upahnya 4.000 dollar (8 juta Rupiah) dan biaya kompensasi sebesar 30.000 dollar (60 juta Rupiah). Namun, Chong hanya mengambil kembali upahnya, tidak mengambil kompensasinya. Ia berkata bahwa "martabat lebih penting daripada uang".

Karena kesehatannya menurun, Chong tidak bisa lagi bekerja seperti sebelumnya. Suatu kali, dia membuat pangsit untuk menjamu teman-temannya, dan ternyata semua teman-temannya memuji pangsit yang ia buat, enak katanya. 

Kemudian atas saran seorang teman, ia pun memulai bisnis berjualan pangsit di pinggir jalan dengan bantuan dua putrinya. Tidak ada yang menyangka bahwa dari situlah, bisnisnya maju terus hingga sekarang sudah diekspor ke berbagai negara.
Karena enak, pangsitnya dengan cepat menjadi terkenal di Hong Kong. Orang-orang rela antri panjang demi makan semangkuk pangsit buatannya. 
Pada tahun 1983, pemilik Department Store Jepang Daimaru tiba-tiba datang ke Chong dan berkata bahwa ia ingin berinvestasi dalam bisnis pangsitnya dan memasarkannya di supermarket. Awalnya Chong menolak dengan tegas, namun pada akhirnya, setelah perusahaan itu terus berkompromi, akhirnya Chong setuju untuk memproduksi pangsit beku dengan merek 'Wanchai Wharf' dan masuk ke supermarket.

Kini, pangsit Wanchai Wharf tidak lagi hanya di Hong kong, tapi sudah ada di mana-mana. Tidak disangka Chong yang tadinya ditinggalkan oleh suaminya dan melarat di jalanan bersama kedua orang anaknya yang masih kecil, kini telah menjadi seorang pengusaha yang sukses dengan pendapatan tahunan sebesar 6 miliar dollar (triliunan Rupiah). Sungguh luar biasa!

"Seorang wanita tidak perlu bergantung pada suami untuk hidup bahagia dan sukses. Dengan usaha dan kerja keras sendiri, wanita juga bisa sukses dan bermartabat!"

Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi kita semua!

Tuesday, August 17, 2021

TERNYATA HIDUP ITU INDAH


Seorang dosen tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus, keduanya melihat sepasang sepatu yg sudah usang & lusuh.

Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu milik pekerja kebun yg sebentar lagi akan menyelesaikan pekerjaannya.

_Sang mahasiswa melihat kepada dosennya & berkata :_
*Bagaimana kalau kita candai tukang kebun ini dengan menyembunyikan sepatunya,* kemudian kita bersembunyi di belakang pepohonan, nanti ketika dia datang, kita lihat bagaimana dia kaget & cemas karena kehilangan sepatunya...

_Dosen itu menjawab:_ 
Mahasiswaku, _*tidak pantas kita menghibur diri dengan mengorbankan orang miskin.*_
*Kamu kan seorang yg kaya & kamu bisa saja menambah kebahagiaan utk dirinya...*

*Sekarang coba kamu masukkan beberapa  lembar uang kertas ke dalam sepatunya,* _kemudian saksikan bagaimana respon dari tukang kebun miskin itu?_

_Sang mahasiswa sangat takjub dengan usulan dosennya._ 
*Dia langsung  memasukkan beberapa lembar uang ke dalam sepatu tukang kebun itu.* _Setelah itu ia bersembunyi di balik semak² bersama dosennya sambil mengintip apa yg akan terjadi dengan tukang kebun._

Tak berapa lama datanglah tukang kebun itu, sambil mengibas-ngibaskan kotoran debu dari pakaiannya, dia menuju tempat dia meninggalkan sepatu sebelum bekerja.

Ketika ia memasukkan kakinya ke dalam sepatu, ia menjadi terperanjat, karena ada sesuatu yg mengganjal di dalamnya.

Saat ia keluarkan ternyata, *uang...* 
Dia memeriksa sepatu yg satunya lagi, ternyata juga berisi *uang...*
Dia memandangi *uang* itu ber-ulang² seolah ia tidak percaya dengan penglihatannya. 

Ia pun memutar pandangannya ke segala penjuru namun ia tidak melihat seorang pun.

_Sambil menggenggam uang itu lalu ia berlutut sambil menengadah ke langit ia berucap :_
*"Aku bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Engkau yg maha Pengasih & Penyayang...*
_Wahai Yang Maha Tahu, istriku sedang sakit & anak²-ku kelaparan, mereka belum mendapatkan makanan hari ini._

*Engkau telah menyelamatkanku, anak-anakku dan istriku dari penderitaan..."*

_Dengan kepolosannya dia terus menangis terharu sambil memandangi langit sebagai ungkapan rasa syukurnya atas karunia dari *Tuhan Yang Maha Pemurah*._

Sang mahasiswa sangat terharu dengan pemandangan yg dilihatnya dari balik persembunyian itu. Air matanya menetes tanpa dapat ia bendung.

_Sang dosen yg bijak tersebut pun berkata pada mahasiswanya :_
_"Bukankah sekarang kamu *merasakan kebahagiaan yg lebih* dari pada kamu melakukan usulan pertama dengan menyembunyikan sepatu tukang kebun miskin itu?"_

_Sang mahasiswa menjawab :_
*"Aku telah mendapatkan pelajaran yg tidak akan aku lupakan seumur hidupku."*
_Sekarang aku paham makna kalimat :_
*"Ketika kamu memberi,* _kamu akan memperoleh *kebahagiaan yg lebih banyak* daripada ketika kamu diberi"._

_Sang dosen melanjutkan nasehatnya, & ketahuilah bahwa *bentuk pemberian itu ber-macam² :*_
1. _Memaafkan kesalahan orang di saat kamu mampu melakukan balas dendam_ ...adalah suatu *pemberian.*

2. _Mendoakan teman & saudaramu di belakangnya_ (tanpa sepengetahuannya) itu adalah juga *pemberian.*

3. _Berusaha berbaik sangka & menghilangkan prasangka buruk,_ juga suatu *pemberian.*

4. _Menahan diri dari membicarakan aib sesama kita di belakangnya_ adalah *pemberian* juga.

Ini semua adalah *"pemberian"*

Marilah kita saling *"memberi & berbuat baik"*, niscaya _*hidup kita akan menjadi lebih indah.*_

*"Ternyata hidup itu Indah"*

Semoga kita menjadi lebih baik dan bermanfaat utk sesama.

Saturday, August 7, 2021

BELAJAR DARI POHON


1. Pohon tidak makan dari buahnya sendiri.

Untuk hidup / tumbuh, pohon memperoleh makanan dari tanah. 
Semakin dalam akarnya, makin banyak nutrisi yang diserap.

Ini mengajarkan untuk kita lebih dekat  dengan Tuhan sebagai Sumber Kehidupan, semakin mendalam , m a k a kita akan semakin kuat

2. Pohon TIDAK MARAH/TERSINGGUNG ketika buahnya dipetik orang.

Kadang hati kecil kita protes, kenapa kerja keras kita yang menikmati justru orang lain. 
Inilah prinsip memberi.

Kita bekerja bukan untuk hidup saja , t e t a p i untuk memberi buah.

Kita bekerja keras supaya kita dapat memberi lebih banyak kepada orang yang memerlukan, b u k a n demi diri sendiri.

3. Buah yang dihasilkan pohon itu menghasilkan biji, dan biji itu menghasilkan banyak biji2 yang dapat menjadi pohon2 berikutnya,sehingga akhirnya dapat mengeluarkan buah2 yang segar.

Ini mengingatkan agar hidup kita dapat memberi dampak positif terhadap orang lain.

Bila kita dipercaya menjadi seorang pemimpin..itu bukan masalah posisi/ jabatan dan untuk memperkaya atau mempertuan diri ,t e t a p i mengenai pengaruh dan inspirasi yang bisa diberikan kepada orang lain.

Semoga kita semua bisa menjadi Pohon yang Bermanfaat !

Wednesday, August 4, 2021


"You have to be careful. Beautiful women are heaven for the eyes and hell for the soul."
Massimo: "And purgatory for the wallet."

365 Days, by Massimo

Thursday, July 22, 2021

"YOU WIN BUT NO GLORY."


Saya pernah terkagum-kagum oleh kenalan baru saya karena dia begitu kaya raya.  Rumahnya seperti istana, dia punya beberapa hotel, mobil mewahnya banyak, moge-nya bejibun, punya kapal pesiar dan masih banyak lagi yang kalo saya sebutin semuanya pasti penyakit iri dan dengki saya kambuh kembali, pasti saya gondok sendiri.

"Kok lo bisa sekaya itu sih? Dapet dari mana semua itu?" tanya saya suatu hari. Rasa kepo yang membengkak membuat saya nekat untuk bertanya.

Di luar dugaan, orang itu ngejawab begini, "Semuanya warisan dari babe gue.."

Tetot! Kekaguman saya langsung padam. Tadinya saya mengira dia akan bercerita bahwa dulunya dia bukan siapa-siapa lalu dilanjutkan dengan kisah tentang perjuangan heroik yang dia lakukan untuk memperbaiki taraf hidupya. Tapi ternyata? Huh! Kalo warisan doang mah lo cuma kebetulan lahir di tempat yang beruntung aja. Ga seru ah! Gak ada perjuangannya.

Pernah juga waktu masih sekolah, seorang temen mau ikutan naik gunung. Team pendaki gunung kami heran, soalnya dia anak orang kaya dan tipe anak manja. Ngapain juga dia mau ikutan naik gunung segala? Tapi Ketua Pendaki Gunung kami mengizinkan sambil berkata, "Kita harus support orang yang mau bersahabat dengan alam."

"Iya deh…" Semua orang terpaksa setuju.

Dan yang kami kuatirkan pun terjadi. Baru juga jalan sekilo, dia udah ngomel gak keruan, "Gue gak pernah ngerti ngapain sih kalian naik gunung? Nyiksa diri sendiri."

Semua orang menoleh tapi gak ada yang berminat merespon omongannya.

"Hadoh! Mana jalanannya tanjakan melulu, kapan turunannya nih?" Omelan berlanjut.

"Namanya juga naik gunung ya pasti tanjakan. Kalo turunan masuk ke sumur sana," celetuk seorang temen dengan suara kesel.

"Kalo cuma mau sampe ke puncaknya, kan kita bisa sewa helikopter? Gue yang bayarin deh ongkos sewanya," kata Si Anak Manja lagi.

"Kalo kita naik helikopter kita nyampe juga tapi ga ada perjuangannya. You win but no glory." sahut saya. 

Memang agak sulit memberi pengertian bahwa perjuangan itu perlu. Tapi untungnya saya menemukan video ini di youtube. 

Saya sampe merinding ngeliat film yang saya posting ini. Sebuah perjuangan dari Derek Redmond dalam olimpiade 1992, di Barcelona, Spanyol. Dia adalah pelari nomor 400 Meter. Di event itu dia sangat diunggulkan untuk meraih medali emas. Saya ceritain dikit ya…

Semua pelari sudah siap dalam posisi di garis start. 

Dor! suara pistol ditembakkan sebagai tanda bahwa pertandingan sudah dimulai. 

Semua pelari langsung terbang untuk mengadu kecepatan. Derek Redmond melakukan start yang sangat bagus. Dengan gesit dia berkelebat dan memimpin di depan. Nampaknya dia akan sangat mudah untuk memenangkan adu lari 400 meter itu.

Sayangnya pas 250 meter menjelang finish, tiba-tiba otot hamstring Derek di kaki sebelah kanan robek. Otot hamstring terletak di belakang paha dan tidak banyak digunakan saat kita berjalan atau berdiri. 

Otot ini baru bekerja sangat aktif ketika kita berlari, memanjat atau melompat. Kalo otot ini sampe robek, hadoh! Sakitnya minta ampun! Saya pernah mengalaminya waktu saya melakukan pendakian ke gunung Slamet. Karena gak bisa berjalan lagi, saya sampe ditandu oleh Team SAR dari Perhutani menuju rumah sakit terdekat. Percaya deh, sakitnya minta ampun.

Derek Redmond terduduk dan meringis kesakitan. Sementara pelari lainnya berlari dengan cepat melewati dan meninggalkannya jauh sekali. Team kesehatan datang dan sejenak memeriksa cidera yang dialami pelari berkulit hitam ini.

Tamatkah nasib Derek Redmond? Sudah pasti dia gagal untuk meraih medali. Namun apakah dia berhenti berjuang? Ternyata tidak sama sekali. Apa yang terjadi? Dengan gagah perkasa dia bangkit dan berlari melanjutkan pertandingan. Dengan tertatih-tatih dan hanya mengandalkan kaki kirinya dia melanjutkan berlari. 

Semua lawan sudah mencapai garis finish. Tapi Derek terus berlari dengan satu kaki sambil meringis kesakitan. Lalu apa gunanya Derek berlari? Gak ada gunanya kan? Tidak akan membuat dia meraih medali. Sudah pasti dia akan berada di kedudukan paling buncit. Air matanya ke luar karena setiap langkah yang dirasakan hanyalah nyeri tak terhingga. Tapi Derek tidak menyerah, "I am going to finish the race." Begitu tekadnya.

Dalam keadaan sakit teramat sangat, tiba-tiba seorang berbadan tambun melompat dari atas tribun. Dengan berani dia melawan para sekuriti yang berusaha mencegahnya masuk ke arena. Yak dialah Jim Redmond, ayah dari Derek. 

"You don't have to do this, Son," kata Sang Ayah.

"Yes, I do. I have to finish the race,"jawab Sang anak.

"Okay then. Let's finish it together," jawab Si Ayah lagi.

Suasana menjadi dramatis ketika penonton melihat bagaimana Sang Ayah mengalungkan tangan Derek ke lehernya. Dia memapah Anaknya untuk membantunya menyelesaikan pertandingan sampai ke garis akhir.

Sesampainya di garis finish, penonton bertepuk tangan dan memberikan standing ovation pada Derek. Suasana begitu mengharukan bukan hanya bagi penonton tapi juga buat Derek. Dia memeluk ayahnya sambil menangis. 

Emotional moment yang terbangun di pertandingan itu juga diberitakan di seluruh media di Eropa, Amerika dan terutama di Inggris. Semua wartawan menulis hal yang sama…apa itu? Yak mereka menulis perjuangan Derek Redmond yang sangat dramatis tersebut. Para kuli tinta menceritakan bagaimana hubungan seorang anak dan bapak yang menginspirasi semua orang.

Lalu siapakah juaranya? Namanya Steve Lewis, pelari dari Amerika tapi lucunya, hanya sedikit orang yang ingat pada Steve. Kenapa? Karena semua orang hanya fokus pada perjuangan Derek Redmond yang menunjukkan kepada dunia apa artinya menjadi atlet olimpiade. 

Derek memang kalah, Derek memang tidak mendapat medali tapi karena perjuangannya, dia malahan mendapat liputan yang jauh lebih besar daripada Steve Lewis. 

Jadi pointnya bukan soal menang atau kalah tapi bagaimana cara kita memenangkan sebuah pertandingan. Kalo kita berjuang, walaupun kalah kita bisa tetap berdiri dengan kepala tegak dan orang akan respek sama kita. 

Orang lebih menghargai perjuangan kita daripada kesuksesan kita. Derek memang gagal tapi bagi semua penonton, dialah juara yang sesungguhnya.

Memenangkan sesuatu tanpa perjuangan sama kayak kita dapet hadiah tendangan penalti tapi gawangnya ga dijaga oleh kiper. Pasti gol kan? Kita pasti menang kan? Tapi rasanya gimana? You win but no glory...👍👍

Saturday, July 17, 2021

*RANJANG TERMAHAL*


Aku tau RANJANG  "Termahal" di dunia adalah "RANJANG Rumah Sakit" yang tidak sanggup saya beli. Hanya boleh saya "Sewa Harian" dengan Harga yang tidak sanggup ku bayar. 

Baiklah dengarkan tutur Mr. Steve Jobs dibawah ini :
Kekayaan Alm. Steve Jobs pemilik Apple Computer Rp. 67 Triliun.
Kata2 terakhir Steve Jobs sebelum meninggal:

"Dalam dunia bisnis, aku adalah simbol dari kesuksesan, seakan-akan harta dan diriku tidak terpisahkan, karena selain kerja, hobiku tak banyak. 
Saat ini aku berbaring di rumah sakit, merenungi jalan kehidupanku, kekayaan, nama & kedudukan, semuanya itu tidak ada artinya lagi.
Malam yang hening, cahaya dan suara mesin di sekitar ranjangku, bagaikan nafasnya maut kematian yang mendekat pada diriku.

Sekarang aku mengerti, seseorang asal memiliki harta secukupnya untuk digunakan dirinya saja itu sudah cukup. 
Mengejar kekayaan tanpa batas itu bagaikan monster yang mengerikan.

Tuhan memberi kita organ-organ perasa, agar kita bisa merasakan cinta kasih yang terpendam dalam hati kita yang paling dalam. Tapi bukan kegembiraan yang datang dari kehidupan yang mewah — itu hanya ilusi saja.

Harta kekayaan yang aku peroleh saat aku hidup, tak mungkin bisa aku bawa pergi. 
Yang aku bisa bawa adalah kasih yang murni yang selama ini terpendam dalam hatiku. Hanya cinta kasih itulah yang bisa memberiku kekuatan dan terang. Amal dan Pahala itulah yang selalu menemaniku untuk mencapai tujuan akhir.

Ranjang apa yang termahal di dunia ini? Ranjang orang sakit. 
Orang lain bisa bukakan mobil untukmu, orang lain bisa kerja untukmu, tapi tidak ada orang bisa menggantikan sakitmu. 
Barang hilang bisa didapat kembali, tapi nyawa hilang tak bisa kembali lagi.
Saat kamu masuk ke ruang operasi, kamu baru sadar bahwa kesehatan itu betapa berharganya.

Kita berjalan di jalan kehidupan ini. 
Dengan jalannya waktu, suatu saat akan sampai tujuan. 
Bagaikan panggung pentas pun, tirai panggung akan tertutup, pentas telah berakhir.

Yang patut kita hargai dan sayangi adalah *hubungan kasih antar keluarga*, 
*Cinta akan suami-istri* ~ *Anak* dan juga *Kasih Persahabatan antar-teman.* 

*_HARGAI SETIAP DETIK  DALAM KEHIDUPAN KITA, ISI HIDUP KITA DENGAN PERKARA-PERKARA YANG TIDAK BISA DIBELI DENGAN UANG_*

Semoga bermanfaat...!

Tuesday, July 13, 2021

Pengisian Oksigen


Bagi Saudaraku yang butuh pengisian Oksigen, bisa di tempat-tempat di bawah ini ya....

*1. CV GOTI:*
Jl. Kalibokor selatan
Ruko ngagel Jaya Indah blok D no. 56
Dekat gedung wanita
HP: 085-733-893-933
Telp.: 031-5027264,  5045780
*harga isi oksigen: Rp 66.000/tabung*

*2. MITRA GAS*
Jl. Gubeng Kertajaya 7H No. 12
HP: 0815-5387-9155
0821-3119-2546
0813-3643-2915
*harga isi oksigen: Rp 120.000/tabung*

*3. OKE OKSIGEN*
Sekarang:
Pandugo I Blok PB no. 21
Penjaringan Sari
Rungkut, Sby

Per awal Juli akan pindah ke:
Ruko
Jl. Kendalsari Selatan A7
Sby

HP: 0856-3038-808
0812-3440-3430
0813-3167-9797
0878-5576-6307
0878-5130-3999

*Harga isi Oksigen:*
1m3   = Rp40.000
1,5m3 = Rp60.000
2m3    = Rp80.000
6m3    = Rp150.000

*4. CV CAROLINA PERDANA*
Jl. Joyoboyo 70
Sby
Telp. :
031-8987278
0822-4475-6559
0822-3240-2240
Keterangan: blm sy telpon

*5. Pak Ferdi*
HP : 0857-3334-6325
*Harga isi oksigen:*
1m3 = Rp75.000

Untuk Luar Surabaya.
1. CV CANDI GASINDO 
Jl. Margomulyo 44 blok KK-01, Surabaya
Pergudangan PT Suri Mulia
Telp. : 7482230/7482231
HP: 085852349737 

2. CV CANDI GASINDO MALANG
jl.raya watu dakon RT.11/Rw.07,
Desa Kendalpayak ,Kec. Pakisaji, Kab.malang
Telp: 0341-8206703
HP: 081332904024 

3. CV CANDI MITRA GAS
Jl.Demak km 12,5 Semarang
Tlp: 024. 6514333
HP: 085290515160 

4. CV CANDI SURYA GAS
Jl. Raya Probolinggo situbondo km 137 no:887
Telp:773888
HP: 081357098409 

5. CV. CANDI SUKSES ABADI
Bypass krian , Sidoarjo 
HP: 085931276364 

6. CANDI OXYGEN
Jl. Lingkar timur km 5,5, Sidoarjo
Pergudangan safe n' lock blok K1726-1729
Telp : 99010315
HP:  08113739800 

7. CANDI SULI MITRA SEJATI
Suli, Salahutu, Central Maluku Regency, Ambon
HP: 082398192001

*CATATAN:*
Bagi yg membutuhkan info lebih jelas, sebaiknya menelepon lagi dikantor di atas.