Seorang wanita yang baru saja menikah, datang pada ibunya dan mengeluh soal tingkah laku suaminya. Setelah pesta pernikahan, baru ia tahu karakter asli sang suami keras kepala, suka bermalas-malasan, boros, dsb.
Wanita muda itu berharap orang tuanya ikut menyalahkan suaminya. Namun betapa kagetnya dia karena ternyata ibunya diam saja. Bahkan sang ibu kemudian malah masuk ke dapur, sementara putrinya terus bercerita dan mengikutinya. Sang ibu lalu memasak air. Setelah sekian lama, air mendidih.
Sang ibu menuangkan air panas mendidih itu ke dalam 3 gelas yang telah disiapkan. Di gelas pertama ia masukkan TELUR. Di gelas kedua, ia masukkan WORTEL dan di gelas ketiga, ia masukkan KOPI.
Setelah menunggu beberapa saat, ia mengangkat isi ketiga gelas tadi, dan hasilnya:
WORTEL yang KERAS menjadi LUNAK, TELUR yang mudah PECAH menjadi KERAS, dan KOPI menghasilkan aroma yang HARUM.
Lalu sang ibu menjelaskan:
"Nak, MASALAH DALAM HIDUP ITU BAGAIKAN AIR MENDIDIH. Namun, bagaimana sikap kitalah yang akan menentukan dampak-nya. Kita bisa menjadi:
1. Lembek seperti wortel.
2. Mengeras seperti telur.
3. Atau harum seperti kopi.
Jadi, wortel dan telur bukan mempengaruhi air . . . mereka malah berubah oleh air. Sementara kopi malah mengubah air, membuatnya menjadi harum.
Dalam tiap masalah, selalu tersimpan mutiara yang berharga.
Sangat mudah utk bersyukur saat keadaan baik-baik saja, tapi apakah kita dapat tetap bersyukur saat kita ditimpa masalah?
Hari ini kita belajar ada 3 REAKSI orang saat masalah datang.
•Ada yang menjadi LEMBEK, suka menGELUH, dan mengasihani diri sendiri.
•Ada yang meNGERAS, MARAH, dan menyalahkan pihak lain.
•Ada juga yang justru semakin HARUM, menjadi semakin KUAT dan BIJAKSANA.
Itu semua tergantung PILIHAN kita sendiri bagaimana kita merespon sebuah permasalahan.
Saturday, June 30, 2012
1 JAM SAJA
Seorang anak bertanya pada ibunya,
"Apakah kita bisa hidup tanpa berbuat salah selama hidup kita?"
Ibunya menjawab,
"Tidak bisa, Nak."
Sang anak bertanya lagi,
"Apa kita bisa hidup tanpa berbuat salah dalam setahun?"
Sambil tersenyum, ibunya
menggelengkan kepala seraya berkata,
"Tidak bisa juga, Nak."
Anak pun bertanya kembali,
"Apa kita bisa hidup dalam 1 bulan tanpa melakukan kesalahan?"
Ibunya tertawa sambil menjawab,
"Tak bisa juga, Nak."
Anak pun bertanya lagi,
"Ini yang terakhir, Ibu. Apa kita bisa hidup tanpa berbuat salah dalam 1 jam?"
Akhirnya ibunya mengangguk dan berkata,
"Kemungkinan bisa, Nak."
Sang anak langsung berkata,
"Jika begitu, aku akan belajar hidup benar dari jam ke jam."
Dari latihan yang kecil dan sederhana,
akan menjadi terbiasa.
Apa yang sudah terbiasa,
akan menjadi sifat.
Sifat akan menjadi karakter.
Hiduplah 1 jam TANPA:
marah
hati jahat
pikiran negatif
menjelekkan orang
serakah
benci
sombong
egois
Hiduplah 1 jam DENGAN:
kasih
sukacita
damai
sabar
lemah lembut
murah hati
rendah hati
pengendalian diri
Ulangilah selama 1 jam berikutnya,
dan 1 jam seterusnya.
Selamat Mencoba!
Mulailah dari 1 jam!
"Apakah kita bisa hidup tanpa berbuat salah selama hidup kita?"
Ibunya menjawab,
"Tidak bisa, Nak."
Sang anak bertanya lagi,
"Apa kita bisa hidup tanpa berbuat salah dalam setahun?"
Sambil tersenyum, ibunya
menggelengkan kepala seraya berkata,
"Tidak bisa juga, Nak."
Anak pun bertanya kembali,
"Apa kita bisa hidup dalam 1 bulan tanpa melakukan kesalahan?"
Ibunya tertawa sambil menjawab,
"Tak bisa juga, Nak."
Anak pun bertanya lagi,
"Ini yang terakhir, Ibu. Apa kita bisa hidup tanpa berbuat salah dalam 1 jam?"
Akhirnya ibunya mengangguk dan berkata,
"Kemungkinan bisa, Nak."
Sang anak langsung berkata,
"Jika begitu, aku akan belajar hidup benar dari jam ke jam."
Dari latihan yang kecil dan sederhana,
akan menjadi terbiasa.
Apa yang sudah terbiasa,
akan menjadi sifat.
Sifat akan menjadi karakter.
Hiduplah 1 jam TANPA:
marah
hati jahat
pikiran negatif
menjelekkan orang
serakah
benci
sombong
egois
Hiduplah 1 jam DENGAN:
kasih
sukacita
damai
sabar
lemah lembut
murah hati
rendah hati
pengendalian diri
Ulangilah selama 1 jam berikutnya,
dan 1 jam seterusnya.
Selamat Mencoba!
Mulailah dari 1 jam!
Chasing Dreams
"There's nothing wrong with chasing your dreams, after all, we only have one life to live so chase them as fast as you can." #YOLO
Kisah tentang Lilin Kecil
Ada sebuah kisah tentang lilin kecil yg dibawa oleh seorang pria menaiki tangga yg cukup tinggi, menuju sebuah menara.
Di dalam perjalanan mereka menaiki tangga tsb, si lilin kecil bertanya kpd pria yg membawanya, "Kita hendak kemana?"
"Kita akan naik lebih tinggi & akan memberi petunjuk kpd kapal-kapal besar di tengah lautan yg luas."
"Apa? Mana mungkin aku bisa memberi petunjuk Kepada kapal-kapal besar dgn cahayaku yg sangat kecil?
Kapal-kapal besar itu tidak akan bisa melihat cahayaku," jawab lilin kecil lemah.
"Itu bukan urusanmu. Jika nyalamu memang kecil, biarlah! Yg harus kau lakukan adalah tetap menyala & urusan selanjutnya adalah tugasku," jawab pria itu.
Tidak lama sampailah mereka di puncak menara dimana terdapat lampu yg sangat besar dgn kaca pemantul yg tersedia di belakangnya.
Pria itu menyalakan lampu besar dgn memakai nyala lemah si lilin kecil.
Dalam sekejap, tempat itu memantulkan sinar yg terang benderang, sehingga kapal-kapal yg ada di tengah laut melihat cahayanya.
SaђƋbª†, dgn keberadaan & keterbatasan kita, kita memang tdk akan sanggup melakukan sesuatu yg berarti.
Tapi 1 hal yg harus anda ingat,
bahwa hidup anda seumpama LILIN KECIL yg ada DI TANGAN TUHAN YG PERKASA.
Segala kemampuan & keahlian,
hanya akan tetap seperti nyala lilin kecil jika anda tidak menaruh hidupmu di dalam tanganNYA untuk DIA pakai menjadi alat-NYA yg mulia.
Sebaliknya walau nyala anda sangat kecil bahkan mungkin redup, tapi jika mempercayakan seluruh keberadaan anda kepadaNYA,
maka DIA sanggup menjadikan nyala kecil anda menjadi nyala besar yg membawa manfaat besar bagi banyak orang.
Jangan memandang ketidakmampuan, keterbatasan & kelemahan anda!
Jika DIA mempercayakan sesuatu kepada Anda, entah itu suatu pekerjaan besar ataupun suatu pelayanan, percayalah bahwa, Anda ada ϑi dlm tanganNYA yg perkasa.
Di dalam perjalanan mereka menaiki tangga tsb, si lilin kecil bertanya kpd pria yg membawanya, "Kita hendak kemana?"
"Kita akan naik lebih tinggi & akan memberi petunjuk kpd kapal-kapal besar di tengah lautan yg luas."
"Apa? Mana mungkin aku bisa memberi petunjuk Kepada kapal-kapal besar dgn cahayaku yg sangat kecil?
Kapal-kapal besar itu tidak akan bisa melihat cahayaku," jawab lilin kecil lemah.
"Itu bukan urusanmu. Jika nyalamu memang kecil, biarlah! Yg harus kau lakukan adalah tetap menyala & urusan selanjutnya adalah tugasku," jawab pria itu.
Tidak lama sampailah mereka di puncak menara dimana terdapat lampu yg sangat besar dgn kaca pemantul yg tersedia di belakangnya.
Pria itu menyalakan lampu besar dgn memakai nyala lemah si lilin kecil.
Dalam sekejap, tempat itu memantulkan sinar yg terang benderang, sehingga kapal-kapal yg ada di tengah laut melihat cahayanya.
SaђƋbª†, dgn keberadaan & keterbatasan kita, kita memang tdk akan sanggup melakukan sesuatu yg berarti.
Tapi 1 hal yg harus anda ingat,
bahwa hidup anda seumpama LILIN KECIL yg ada DI TANGAN TUHAN YG PERKASA.
Segala kemampuan & keahlian,
hanya akan tetap seperti nyala lilin kecil jika anda tidak menaruh hidupmu di dalam tanganNYA untuk DIA pakai menjadi alat-NYA yg mulia.
Sebaliknya walau nyala anda sangat kecil bahkan mungkin redup, tapi jika mempercayakan seluruh keberadaan anda kepadaNYA,
maka DIA sanggup menjadikan nyala kecil anda menjadi nyala besar yg membawa manfaat besar bagi banyak orang.
Jangan memandang ketidakmampuan, keterbatasan & kelemahan anda!
Jika DIA mempercayakan sesuatu kepada Anda, entah itu suatu pekerjaan besar ataupun suatu pelayanan, percayalah bahwa, Anda ada ϑi dlm tanganNYA yg perkasa.
Sekedar Renungan
Di suatu masa, hiduplah seorang Pengemis Tua yg SENGSARA hidupnya.
Setiap hari pekerjaannya hanya mengemis & hasilnya hanya cukup tuk makan bahkan kadang hanya tuk makan sekali dlm sehari.
Ada Seorang Dokter Muda yg setiap hari lewatinya & sering memberi uang pd Pengemis karena merasa IBA.
Sering terpikir oleh sang Pengemis, alangkah enaknya orang yg hidup berkecukupan seperti Dokter Muda itu, selain kaya, mereka bisa bantu banyak orang yg butuhkan Pertolongan.
Suatu hari sang Dokter lewat & mendapati si Pengemis sedang terbaring, sang Dokterpun coba hampirinya, tetapi alangkah kaget karna si Pengemis Tua ternyata sudah meninggal Dunia.
Ada yg menarik perhatian sang Dokter Muda dari PENINGGALAN si Pengemis Tua yaitu mangkuk kotor & kumal yg slalu dipakai Pengemis tuk mengemis setiap harinya.
Sang Dokter Muda mengambil & membawa mangkuk itu ke seorang Ahli Arkeologi & ternyata mangkok tersebut sudah berusia ratusan tahun & SANGAT LANGKA dari Dinasti Tang & Jika dijual, HARGANYA bisa tuk beli beberapa buah RUMAH MEWAH & makanan berlimpah.
Kadang kita terlalu SIBUK
mencari PELUANG disana sini
Tak tentu ARAH
Penuh Umpatan & IRI Hati
tetapi ternyata Peluang itu
sebenarnya ada DI DEKAT kita
tanpa di sadari
Bersyukurlah slalu,
Jika apa yang kita Cari
Belum TERCAPAI,
Maka CINTAILAH apa yang
Kita MILIKI saat ini
Sesungguhnya KEBAHAGIAAN
Itu tergantung HATI KITA
Apapun yang Kita Miliki
Meski Gunung & Samudra
Sungguh TIADA berarti
Jika Hanya Melihat dg Iri
Tanpa Syukur di Hati
"Rumput Tetangga Lebih Hijau"
Itulah Fatamorgana Kehidupan
Maka itu...
Bersyukurlah slalu
Niscaya Hati kita kan
Dilapangkan dg Berjuta
Nikmat tak terhingga
Setiap hari pekerjaannya hanya mengemis & hasilnya hanya cukup tuk makan bahkan kadang hanya tuk makan sekali dlm sehari.
Ada Seorang Dokter Muda yg setiap hari lewatinya & sering memberi uang pd Pengemis karena merasa IBA.
Sering terpikir oleh sang Pengemis, alangkah enaknya orang yg hidup berkecukupan seperti Dokter Muda itu, selain kaya, mereka bisa bantu banyak orang yg butuhkan Pertolongan.
Suatu hari sang Dokter lewat & mendapati si Pengemis sedang terbaring, sang Dokterpun coba hampirinya, tetapi alangkah kaget karna si Pengemis Tua ternyata sudah meninggal Dunia.
Ada yg menarik perhatian sang Dokter Muda dari PENINGGALAN si Pengemis Tua yaitu mangkuk kotor & kumal yg slalu dipakai Pengemis tuk mengemis setiap harinya.
Sang Dokter Muda mengambil & membawa mangkuk itu ke seorang Ahli Arkeologi & ternyata mangkok tersebut sudah berusia ratusan tahun & SANGAT LANGKA dari Dinasti Tang & Jika dijual, HARGANYA bisa tuk beli beberapa buah RUMAH MEWAH & makanan berlimpah.
Kadang kita terlalu SIBUK
mencari PELUANG disana sini
Tak tentu ARAH
Penuh Umpatan & IRI Hati
tetapi ternyata Peluang itu
sebenarnya ada DI DEKAT kita
tanpa di sadari
Bersyukurlah slalu,
Jika apa yang kita Cari
Belum TERCAPAI,
Maka CINTAILAH apa yang
Kita MILIKI saat ini
Sesungguhnya KEBAHAGIAAN
Itu tergantung HATI KITA
Apapun yang Kita Miliki
Meski Gunung & Samudra
Sungguh TIADA berarti
Jika Hanya Melihat dg Iri
Tanpa Syukur di Hati
"Rumput Tetangga Lebih Hijau"
Itulah Fatamorgana Kehidupan
Maka itu...
Bersyukurlah slalu
Niscaya Hati kita kan
Dilapangkan dg Berjuta
Nikmat tak terhingga
Tiang Iman yang Kokoh
"Tiang iman yang kokoh adalah hati yang dikenyangkan oleh Firman."
Xavier Quentin Pranata
Xavier Quentin Pranata
Subscribe to:
Posts (Atom)