Monday, February 13, 2012

Momen Spesial dalam Bisnis Yang Menyentuh Hati Dengan Perasaan Kasih Sayang.

Suatu hari seorang pria tua berpakaian sederhana memasuki sebuah showroom otomotif. Salah seorang tenaga penjual bernama John berdiri dan menghampirinya, "Selamat pagi, Pak. Ada yang bisa saya bantu?"

Laki-laki tua itu menjawab bahwa dia membutuhkan mobil seken yang kecil, sebuah mobil yang sederhana karena dia hanya memiliki anggaran yang terbatas.

John membawa orang tua tersebut ke garasi yang terletak di belakang showroom, di sana semua mobil seken dan berukuran kecil dipajang. Mobil-mobil tersebut mungkin sesuai dengan budget pria tua tadi. Pada saat berkeliling untuk memilih mobil yang cocok, orang tua tadi menjelaskan kepada John mengapa dia ingin membeli mobil.

"Sebenarnya mobil yang akan saya beli adalah untuk istri saya. Selama 30 tahun lebih istri saya ingin punya mobil kecil. Mobil yang bisa dikendarai ke supermarket dan ke rumah teman-temannya. Tapi, saat itu adalah masa-masa sulit dan saya tidak mampu beli mobil. Seiring waktu berlalu, istri saya berhenti meminta mobil," cerita pria tua itu.

"Minggu lalu ia jatuh sakit. Dokter mengatakan istri saya menderita kanker dan umurnya tinggal beberapa bulan lagi. Jadi, saya memutuskan untuk menggunakan tabungan saya untuk membelikannya mobil, supaya ia setidaknya bisa menikmati beberapa bulan sisa hidupnya mengendarai mobilnya sendiri, sebelum dipanggil menghadap Tuhan," imbuhnya lagi.

Hati John tersentuh mendengar kisah tersebut. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa suatu hari, ia juga akan menjadi suami yang baik sampai akhir hayat hidupnya.

Setelah beberapa lama berkeliling, pria tua itu akhirnya menjatuhkan pilihannya pada sebuah mobil kecil berwarna hijau gelap. "Istri saya bakal menyukai mobil ini. Kecil, mudah dikendalikan, memiliki semua fitur yang ia inginkan dan ini adalah warna favoritnya!"

Lalu dia berkata pada John bahwa dia akan memberikan kejutan pada istrinya. "Saya akan mengajak istri saya ke sini besok dan berpura-pura melihat-lihat mobil. Kalau Anda melihat saya besok, berpura-puralah seakan kita belum pernah bertemu sebelumnya, dan layani saya persis seperti Anda pertama kali melayani saya. Lalu, saya akan memberikan kejutan pada istri saya dengan mengatakan bahwa saya sudah membelikan mobil untuknya, oke?"

John berkata, "Oke, akan saya ikuti rencana Anda. Terima kasih, Pak Brown, saya nantikan kunjungan Anda beserta istri besok." Setelah orang tua itu pergi, John menceritakan kejadian ini pada rekan-rekan kerja yang lain. Mereka juga tersentuh.

Pada hari berikutnya, seperti yang sudah direncanakan, pria tua itu datang bersama istrinya. Sesudah mereka masuk bergandengan tangan ke dalam showroom, John memberi salam dengan gembira kepada mereka dan berpura-pura belum mengenal laki-laki tua itu. Tetapi, sewaktu istrinya sedang tidak melihat, John mengedipkan matanya padanya seakan berkata, "Semuanya beres." Pria itu tersenyum.

Laki-laki tua itu berpura-pura menjelaskan kepada John bahwa mereka ke showroom ini untuk melihat-lihat dan ia menjelaskan tipe mobil yang mereka inginkan. Sang istri berkata pada John, "Saya tidak mengerti mengapa suami saya tiba-tiba mengajak saya ke sini. Kami tidak punya rencana untuk beli mobil. Kami bahkan tidak mampu membayarnya!"

John mengantar pasangan tersebut ke garasi di belakang showroom. Sewaktu mereka melihat-lihat, pria tua itu mencari mobil hijau gelap yang sudah ia pesan dan bayar kemarin. Tapi, mobil itu sudah tidak ada di sana! Ia bertanya pada John, "Apakah hanya ini mobil-mobil yang Anda miliki? Apakah tidak ada yang lain lagi?"

"Tidak ada lagi, Pak. Ini semua yang kami miliki, mobil-mobil inilah yang sesuai dengan budget bapak."

"Apakah BENAR-BENAR hanya ini semua mobil yang Anda miliki? Tidak ada lagi?" tanyanya lagi.

"Tidak ada pak. Hanya ini semua yang kami miliki. Tidak ada lagi," jawab John.

Orang tua itu mulai panik. Ia berkata pada dirinya sendiri, "Saya telah membayar penuh untuk mobil itu. Tapi, sudah tidak di sini dan John mengatakan hanya ini yang ia miliki! Jadi, di mana mobil saya dan apa yang terjadi dengan uang yang sudah saya bayarkan padanya?" Lebih parah lagi, ia tidak bisa bertanya langsung pada John, "Dimana mobil saya?" Orang tua itu benar-benar khawatir.

Setelah beberapa lama berjalan ke sana ke mari, John menyarankan mereka kembali ke dalam showroom untuk berteduh dan minum karena udara di garasi mulai panas dan tampaknya tidak ada mobil yang cocok dengan keinginan mereka. Pria tua itu menjawab, "Tidak, saya ingin berkeliling lagi."

Istrinya berkata, "Tidak apa-apa sayang, mereka tampaknya tidak memiliki mobil yang kita cari. Mari kita ke dalam, saya lelah."

Dengan lesu, si orang tua mengikuti John dan istrinya kembali ke showroom. Ia khawatir, bingung, dan marah dalam waktu yang bersamaan, tetapi tidak bisa menunjukkannya!

Sewaktu mereka duduk sambil menikmati minuman di showroom, sang istri bercakap-cakap dengan gembira pada John, tapi si orang tua itu sedang tidak ingin untuk bercakap-cakap. Ia terlalu bingung dan tengah berpikir tentang apa yang harus ia lakukan selanjutnya.

Tiba-tiba istrinya berseru, "Itu mobil yang sangat bagus!" Si orang tua menoleh ke arah istrinya menunjuk. Di sana ada sebuah mobil kecil berwarna hijau gelap seperti yang sudah ia pilih sehari sebelumnya, bedanya mobil ini masih baru. Bahkan, mobil tersebut diletakkan di podium berputar dan diberikan pita besar. "Ini tidak mungkin mobil yang sudah saya beli! Mobil yang saya beli itu mobil bekas, berdebu, dan ada di garasi belakang. Sedangkan ini mobil baru," katanya dalam hati.

"Ini terlalu mahal sayang, ini mobil baru," dia mengingatkan istrinya.

"Tidak apa-apa. Masuk saja ke dalamnya, duduk dan rasakan," kata John.

Sang istri tampak ragu-ragu. "Mari silakan." John menuntun tangan istri pria tua itu menuju podium, lalu membukakan pintu mobil untuknya.

Sang istri masuk ke dalam mobil, duduk dengan nyaman dan mengangkat tangannya untuk memegang kemudi. Kemudian ia berteriak, melompat keluar dari mobil, dan berlari ke arah suaminya untuk memberinya pelukan hangat. "Terima kasih, terima kasih banyak, sayang! Ini benar-benar kejutan yang menyenangkan!"

Pria tua itu kaget dan bingung. Apa yang sedang terjadi?

Lalu, istrinya mengambil kartu besar dari kemudi mobil. Di kartu itu tertulis:

"SELAMAT, Nyonya Brown,
Anda adalah pemilik khusus mobil cantik ini!

SELAMAT
Terutama karena Anda memiliki seorang suami yang
SUNGGUH-SUNGGUH SANGAT MENCINTAI ANDA!

John dan seluruh tim penjual amat tersentuh oleh kisah pria tua itu sehingga mereka sepakat melakukan pekerjaan ekstra untuk memberikan kejutan kepada pasangan yang saling mencintai ini. Mereka semua kerja lembur malam itu untuk mencuci mobil tersebut, memoles catnya, mengikatkan pita besar, dan membuat kartu ucapan "SELAMAT" yang besar.

Istri pria tua itu melompat-lompat gembira. Pria tersebut tersenyum lebar.

Tidak hanya itu, sewaktu pasangan tersebut mengendarai mobil kecil yang sudah mengilap tadi keluar dari showroom, setiap staf berbaris di pintu depan showroom untuk memberikan tepuk tangan meriah dan hangat... tepuk tangan yang berasal dari hati. Pasangan bahagia itu dengan bangga melambaikan tangan kepada para staf sambil mengemudikan mobil keluar meninggalkan showroom.

Ada beberapa wajah yang berlinang air mata di antara para staf yang berbaris pada pagi itu, tetapi di bibir mereka tersungging senyuman.

Temanku, inilah arti sesungguhnya dari "MENGGEMBIRAKAN HATI PELANGGAN ANDA".

Jelas sekali, Anda tidak mungkin melakukan hal ini setiap hari. Tetapi, kalau Anda bisa melakukan sesuatu seperti ini kepada pelanggan Anda sekali seminggu saja, hal ini tentu akan sangat meningkatkan image perusahaan, dan juga akan meningkatkan semangat setiap staf di perusahaan. Pekerjaan menjadi lebih punya arti.

Perasaan senang karena bisa memberi ini tidak bisa dibeli dengan uang. Benar-benar momen spesial dalam bisnis dan pekerjaan...

A Good Story

Namanya Ny . Thompson . Ia berdiri di depan ruang kelas 5 pada hari pertama tahun pengajaran, dan berbohong kepada murid-muridnya.Seperti kebanyakan pengajar, ia memandang ke seluruh murid dan berkata bahwa ia memperhatikan seluruh murid dengan adil. Tetapi hal itu tidak mungkin, karena di barisan depan,ada seorang anak yang duduk dengan menggelesot namanya Teddy Stoddard.

Ny. Thompson sudah mengawasi Teddy setahun sebelumnya dan ia memperhatikan bahwa dia tidak bisa bermain dengan baik dengan anak-anak yang lain karena bajunya morat marit dan terlihat selalu perlu untuk dimandikan. Dan Teddy bisa jadi tidak suka. Itu semua mendapat penilaian, dimana Ny.Thompson kenyataannya akan memberikan tanda khusus di laporan Teddy dengan tinta merah besar, membuat X tebal dan memberi tanda F besar di atas kertas laporan Teddy.

Di sekolah tempat Ny.Thompson mengajar, ia diminta untuk melihat ulang catatan murid-muridnya di tahun sebelumnya, dan ia membiarkan cacatan Teddy di giliran terakhir. Saat membaca catatan Teddy ia terkejut.Guru kelas satu Teddy menulis, Teddy adalah anak yang cemerlang dan ceria.Ia mengerjakan perkerjaannya dengan rapi dan memiliki hal-hal yang baik.Ia membawa kegembiraan bagi sekitarnya. Guru kelas duanya menulis, Teddy adalah murid yang sempurna, sangat disukai oleh seluruh temannya,tetapi ia terganggu karena ibunya sakit stroke dan untuk tinggal di rumah adalah suatu perjuangan bagi Teddy .Guru kelas tiganya menulis, Ia mendengar kematian ibunya. Ia berusaha untuk melakukan yang terbaik, tetapi ayahnya tidak menunjukkan ketertarikannya dan kehidupan di rumah akan segera mempengaruhinya jika tidak ada langkah-langkah yang dilakukan.. Guru kelas empat Teddy menulis, Teddy menjadi mundur dan tidak tertarik ke sekolah. Ia tidak punya banyak teman dan terkadang tertidur di kelas.

Setelah itu, Ny. Thompson menyadari masalahnya dan dia malu terhadap dirinya sendiri. Ia merasa tidak enak ketika murid-muridnya membawa hadiah natal, dibungkus dengan pita-pita yang indah dan kertas yang menyala,kecuali pemberian Teddy . Hadiah dari Teddy kumal bentuknya dan dibungkus dengan kertas coklat yang diambil dari tas belanja. Ny.Thompson dengan terharu membuka kado Tedy di tengah-tengah kado yang lain. Anak-anak mulai tertawa saat ia menemukan gelang batu dimana beberapa batunya hilang, dan sebuah botol yang berisi parfum setengahnya. Tetapi ia menyuruh murid-muridnya diam dan menyatakan bahwa gelang pemberian Teddy sangat indah, serta mengoleskan parfum di pergelangan tangannya..

Setelah sekolah usai, Teddy Stoddard tetap tinggal, menunggu cukup lama untuk mengatakan, Ny. Thompson ,hari ini bau wangi anda seperti ibu saya.Setelah murid-muridnya pergi, Ny.Thompson menangis hampir selama satu jam. Hari berikutnya Ny.Thompson berhenti untuk mengajar membaca,menulis dan aritmatika. Sebagai gantinya ia mulai mengajar anak didiknya. Ny.Thompson memberi perhatian khusus kapada Teddy . Selama bekerjadengannya,pikiran Teddy mulai hidup. Semakin ia mendorong Teddy , semakin cepat Teddy memberikan tanggapan. Di akhir tahun, Teddy menjadi anak terpandai di kelas, akan tetapi Ny. Thompson jadi berbohong dengan mengatakan bahwa ia akan memperhatikan murid-muridnya secara adil, karena Teddy telah menjadi murid kesayangannya.

Satu tahun berlalu, Ny. Thompson menemukan sebuah surat dibawah pintu,dari Teddy , yang mengatakan bahwa ia adalah guru terbaik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya. Enam tahun berlalu sebelum ia menerima surat yang lain dari Teddy . Ia menulis sudah menamatkan SMU , ranking tiga di kelas, dan Ny. Thompson tetap guru terbaik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya. Empat tahun berikutnya, ia menerima surat yang lain,mengatakan bahwa saat orang memikirkan banyak hal, ia tetap tinggal di sekolah danmempertahankannya, dan segera lulus dari akademi dengan penghargaan tertinggi. Dia meyakinkan Ny.Thompson , bahwa dia tetap guru yang disukai dan paling baik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya.Kemudian empat tahun berlalu dan surat yang lain dating lagi. Saat ini dia menjelaskan setelah menyelesaikan gelar sarjananya, dia memutuskan untuk melanjutkan sedikit lagi. Surat itu menjelaskan bahwa Ny.Thompson tetap guru yang disukai dan paling baik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya. Tetapi namanya telah sedikit lebih panjang surat ditanda tangani oleh Theodore F. Stoddard , MD.

Kisahnya tidak berakhir disini. Masih ada surat lagi pada musin semi itu.. Teddy berkata bahwa ia bertemu dengan seorang gadis dan merencanakan untuk menikah. Ia mengatakan bahwa ayahnya telah meninggal beberapa tahun yang lalu dan dia berharap Ny. Thompson bersedia duduk di kursi yang biasanya disediakan untuk ibu pengantin. Tentu saja Ny. Thompson bersedia..

Dan coba tebak apa berikutnya? Ny. Thompson mengenakan gelang batu di mana beberapa batunya telah hilang. Dan ia memastikan memakai parfum yang diingat Teddy dipakai ibunya pada Natal sebelumnya bersama-sama.Mereka berpelukan, dan Dr. Stoddard berbisik di telinga Ny.Thompson,Terima kasih Ny. Thompson , anda mempercayai saya. Terima kasih karena sudah membuat saya merasa begitu penting dan memperlihatkan bahwa saya dapat membuat perubahan.

Ny. Thompson dengan air mata berlinang, balik berbisik.. Ia berkata, Teddy , semua yang kamu katakan keliru. Kamu adalah orang yang telah mengajari bahwa aku dapat membuat perubahan. Aku sungguh-sungguh tidak tahu bagaimana caranya mengajar sampai bertemu denganmu. Hangatkan hati seseorang hari ini teruskan mail ini kepada yang lain.

Tolong ingatlah bahwa kemana pun kamu pergi, apa pun yang kamu lakukan,kamu akan punya kesempatan untuk menyentuh atau merubah diri seseorang.Cobalah lakukan hal itu dengan cara yang positif. Teman adalah malaikat yang mengangkat kita ke atas kaki kita, saat sayap kita bermasalah untuk mengingat bagaimana caranya terbang.

A Miracle

a little girl went to her bedroom and pulled a glass jelly jar from its hiding place in the closet.

She poured the change out on the floor and counted it carefully. Three times, even The total had to be exactly perfect. No chance here for mistakes.

Carefully placing the coins back in the jar and twisting on the cap, she slipped out the back door and made her way 6 blocks to Rexall's Drug Store with the big red Indian Chief sign above the door.

She waited patiently for the pharmacist to give her some attention, but he was too busy at this moment. Tess twisted her feet to make a scuffing noise. Nothing. She cleared her throat with the most disgusting sound she could muster. No good Finally she took a. quarter from her jar and banged it on the glass counter. That did it!

'And what do you want?' the pharmacist asked in an annoyed tone of voice. I'm talking to my brother from Chicago whom I haven't seen in ages,' he said without waiting for a reply to his question.

'Well, I want to talk to you about my brother,' Tess answered back in the same annoyed tone. 'He's really, really sick...and I want to buy a miracle.'

'I beg your pardon?' said the pharmacist.

'His name is Andrew and he has something bad growing inside his head and my Daddy says only a miracle can save him now So how much does a miracle cost?'

'We don't sell miracles here, little girl. I'm sorry but I can't help you,' the pharmacist said, softening a little.

'Listen, I have the money to pay for it. If it isn't enough, I will get the rest. Just tell me how much it costs.'

The pharmacist's brother was a well dressed man He stooped down and asked the little girl, 'What kind of a. miracle does your brother need?'

' I don't know,' Tess replied with her eyes welling up. I just know he's really sick and Mommy says he needs an operation. But my Daddy can't pay for it, so I want to use my money.'

'How much do you have?' asked the man from Chicago

'One dollar and eleven cents,' Tess answered barely audibly. 'And it's all the money I have, but I can get some more if I need to.'

'Well, what a coincidence,' smiled the man. 'A dollar and eleven cents---the exact price of a miracle for little brothers. '

He took her money in one hand and with the other hand he grasped her mitten and said 'Take me to where you live. I want to see your brother and meet your parents. Let's see if I have the miracle you need.'

That well dressed man was Dr. Carlton Armstrong, a surgeon, specializing in neuro-surgery. The operation was completed free of charge and it wasn't long until Andrew was home again and doing well. Mom and Dad were happily talking about the chain of events that had led them to this place.

'That surgery,' her Mom whispered. 'was a real miracle. I wonder how much it would have cost?'

Tess smiled. She knew exactly how much a miracle cost..one dollar and eleven cents....plus the faith of a little child.

In our lives, we never know how many miracles we will need. A miracle is not the suspension of natural law, but the operation of a higher law. I know you'll keep the ball moving! Here it goes. Throw it back to someone who means something to you! A ball is a circle, no beginning, no end. It keeps us together like our Circle of Friends. But the treasure inside for you to see is the treasure of friendship you've granted to me.

Today I pass the friendship ball to you. Pass it on to someone who is a friend to you.

MY OATH TO YOU...
When you are sad.....I will dry your tears.
When you are scared.....I will comfort your fears.
When you are worried.....I will give you hope.
When you are confused.....I will help you cope.
And when you are lost...And can't see the light, I shall be your beacon....Shining ever so bright.
This is my oath.....I pledge till the end.
Why you may ask?....Because you're my friend.

Signed: GOD

Chinese Philosophy

沒錢的時候,養豬;
有錢的時候,養狗。
When without money, keep pigs;
When have money, keep dogs.

沒錢的時候,在家裡吃野菜;
有錢的時候,在酒店吃野菜。
When without money, eat wild vege at home ;
When have money, eat same wild vege in fine restaurant.

沒錢的時候,在馬路上騎自行車;
有錢的時候,在客廳裡騎自行車。
When without money, ride bicycle;
When have money, ride exercise machine.

沒錢的時候 , 想結婚;
有錢的時候 , 想離婚。
When without money, wish to get married;
When have money, wish to get divorced.
沒錢的時候 , 老婆兼秘書;
有錢的時候 , 秘書兼老婆。
When without money, wife becomes secretary;
When have money, secretary becomes wife.

沒錢的時候 , 假裝有錢;
有錢的時候 , 假裝沒錢。
When without money, act like rich man;
When with money, act like poor man.

人 啊,都不講實話:
Man, O Man, never tells the truth:

說股票是毒品,都在玩;
說金錢是罪惡,都在撈;
Says share market is bad but keeps speculating;
Says money is evil but keeps accumulating.

說美女是禍水,都想要;
說高處不勝寒,都在爬;
Says women are trouble-makers but keeps desiring them;
Says high positions are lonely but keeps wanting them.

說煙酒傷身體,就不戒;
說天堂最美好,都不去 !!!
Says smoking & drinking is bad but keeps partaking;
Says heaven is good but refused to go.

過去把第一次留給丈夫;
現在把第一胎留給丈夫。
In the past, woman gives man their virginity;
Now, woman gives man their newborn baby

鄉下早晨雞叫人,
城裡晚上人叫雞;
In the rural area, chicken calls man awake;
In the cities, man calls for chickens.

舊社會戲子賣藝不賣身,
新社會演員賣身不賣藝。
In the past, famous actresses will not sell their bodies;
Now, actresses will sell their bodies to become famous

人生是什麼 ?
What is life about?

1 歲時出場亮相
At age one, YOU are the top priority

10 歲時功課至上
At age ten, academic excellence is the top priority

20 歲時春心盪漾
At age twenty, getting laid is the top priority

30 歲時職場對抗
At age thirty, a good career is top priority

40 歲時身材發胖
At age forty, keeping your body in shape is top priority

50 歲時打打麻將
At age fifty, beating others at mah-jong is top priority

60 歲時老當益壯
At age sixty, keeping IT up is top priority

70 歲 時 常常 健忘
At age seventy, remembering something is top priority

80 歲時搖搖晃晃
At age eighty, moving around is top priority

90 歲時迷失方向
At age ninety, knowing directions is top priority

100 歲時掛在牆上
At age 100, having your portrait on the wall is top priority!

祝大家愉快,好好做人 !
Wishing you all happiness! Be good!

WHY WE SHOULD GO HOME ON TIME...

Mr. Narayana Murthy is undoubtedly one of the most famous persons from Karnataka. He is known not just for building the biggest IT Empire in India but also for his simplicity. Almost every important dignitary visits InfoSys campus. He delivered an interesting speech during an employee session with another IT company in India . He is incidentally, one of the top 50 influential people of Asia according to an Asiaweek publication and also the new IT Advisor to the Thailand Prime Minister.

Extract of Mr. Narayana Murthy's Speech during Mentor Session:

I know people who work 12 hours a day, six days a week, or more. Some people do so because of a work emergency where the long hours are only temporary. Other people I know have put in these hours for years. I do not know if they are working all these hours, but I do know they are in the office this long. Others put in long office hours because they are addicted to the workplace.

Whatever the reason for putting in overtime, working long hours over the long term is harmful to the person and to the organization. There are things managers can do to change this for everyone's benefit. Being in the office long hours, over long periods of time, makes way for potential errors.

My colleagues who are in the office long hours frequently make mistakes caused by fatigue. Correcting these mistakes requires their time as well as the time and energy of others. I have seen people work Tuesday through Friday to correct mistakes made after 5 PM on Monday.

Another problem is that people who are in the office long hours are not pleasant company. They often complain about other people (who are not working as hard); they are irritable, or cranky, or even angry. Other people avoid them. Such behaviour poses problems, where work goes much better when people work together instead of avoiding one another.

As Managers, there are things we can do to help people leave the office. First and foremost is to set the example and go home ourselves. I work with a manager who chides people for working long hours. His word quickly lose their meaning when he sends these chiding group e-mails with a time-stamp of 2 AM, Sunday.

Second is to encourage people to put some balance in their lives. For instance, here is a guideline I find helpful:

1) Wake up, eat a good breakfast, and go to work.
2) Work hard and smart for eight or nine hours.
3) Go home.
4) Read the books/comics, watch a funny movie, dig in the dirt, play with your kids, etc.
5) Eat well and sleep well.

This is called recreating. Doing steps 1, 3, 4, and 5 enable step 2.

Working regular hours and recreating daily are simple concepts. They are hard for some of us because that requires 'personal change'. They are possible since we all have the power to choose to do them.

In considering the issue of overtime, I am reminded of my oldest son. When he was a toddler, if people were visiting the apartment, he would not fall asleep no matter how long the visit was, and no matter what time of day it was. He would fight off sleep until the visitors left. It was as if he was afraid that he would miss some thing. Once our visitors' left, he would go to sleep. By this time, however, he was over tired and would scream through half the night with nightmares. He, my wife, and I, all paid the price for his fear of missing out.

Perhaps some people put in such long hours because they do not want to miss anything when they leave the office. The trouble with this is that events will never stop happening. That is life! Things happen 24 hours a day. Allowing for little rest is not ultimately practical. So, take a nap. Things will happen while you are asleep, but you will have the energy to catch up when you wake. Hence,

" LOVE YOUR JOB, BUT NEVER FALL IN LOVE WITH YOUR COMPANY BECAUSE YOU NEVER KNOW WHEN THE COMPANY STOPS LOVING YOU"
- Narayana Murthy -

PASSPORT by Rhenal Kasali

Setiap saat mulai perkuliahan, saya selalu bertanya kepada mahasiswa berapa orang yang sudah memiliki pasport. Tidak mengherankan, ternyata hanya sekitar 5% yang mengangkat tangan. Ketika ditanya berapa yang sudah pernah naik pesawat, jawabannya melonjak tajam. Hampir 90% mahasiswa saya sudah pernah melihat awan dari atas. Ini berarti mayoritas anak-anak kita hanyalah pelancong lokal.

Maka, berbeda dengan kebanyakan dosen yang memberi tugas kertas berupa PR dan paper, di kelas-kelas yang saya asuh saya memulainya dengan memberi tugas mengurus pasport. Setiap mahasiswa harus memiliki "surat ijin memasuki dunia global.". Tanpa pasport manusia akan kesepian, cupet, terkurung dalam kesempitan, menjadi pemimpin yang steril. Dua minggu kemudian, mahasiswa sudah bisa berbangga karena punya pasport.

Setelah itu mereka bertanya lagi, untuk apa pasport ini? Saya katakan, pergilah keluar negeri yang tak berbahasa Melayu. Tidak boleh ke Malaysia, Singapura, Timor Leste atau Brunei Darussalam. Pergilah sejauh yang mampu dan bisa dijangkau.

"Uang untuk beli tiketnya bagaimana, pak?"

Saya katakan saya tidak tahu. Dalam hidup ini, setahu saya hanya orang bodohlah yang selalu memulai pertanyaan hidup, apalagi memulai misi kehidupan dan tujuannya dari uang. Dan begitu seorang pemula bertanya uangnya dari mana, maka ia akan terbelenggu oleh constraint. Dan hampir pasti jawabannya hanyalah tidak ada uang, tidak bisa, dan tidak mungkin.

Pertanyaan seperti itu tak hanya ada di kepala mahasiswa, melainkan juga para dosen steril yang kurang jalan-jalan. Bagi mereka yang tak pernah melihat dunia, luar negeri terasa jauh, mahal, mewah, menembus batas kewajaran dan buang-buang uang. Maka tak heran banyak dosen yang takut sekolah ke luar negeri sehingga memilih kuliah di almamaternya sendiri. Padahal dunia yang terbuka bisa membukakan sejuta kesempatan untuk maju. Anda bisa mendapatkan sesuatu yang yang terbayangkan, pengetahuan, teknologi, kedewasaan, dan wisdom.

Namun beruntunglah, pertanyaan seperti itu tak pernah ada di kepala para pelancong, dan diantaranya adalah mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok backpackers. Mereka adalah pemburu tiket dan penginapan super murah, menggendong ransel butut dan bersandal jepit, yang kalau kehabisan uang bekerja di warung sebagai pencuci piring. Perilaku melancong mereka sebenarnya tak ada bedanya dengan remaja-remaja Minang, Banjar, atau Bugis, yang merantau ke Pulau Jawa berbekal seadanya.Ini berarti tak banyak orang yang paham bahwa bepergian keluar negeri sudah tak semenyeramkan, sejauh, bahkan semewah di masa lalu.

Seorang mahasiswa asal daerah yang saya dorong pergi jauh, sekarang malah rajin bepergian. Ia bergabung ke dalam kelompok PKI (Pedagang Kaki Lima Internasional) yang tugasnya memetakan pameran-pameran besar yang dikoordinasi pemerintah. Disana mereka membuka lapak, mengambil resiko, menjajakan aneka barang kerajinan, dan pulangnya mereka jalan-jalan, ikut kursus, dan membawa dolar. Saat diwisuda, ia menghampiri saya dengan menunjukkan pasportnya yang tertera stempel imigrasi dari 35 negara. Selain kaya teori, matanya tajam mengendus peluang dan rasa percaya tinggi. Saat teman-temannya yang lulus cum-laude masih mencari kerja, ia sudah menjadi eksekutif di sebuah perusahaan besar di luar negeri.


The Next Convergence

Dalam bukunya yang berjudul The Next Convergence, penerima hadiah Nobel ekonomi Michael Spence mengatakan, dunia tengah memasuki Abad Ke tiga dari Revolusi Industri. dan sejak tahun 1950, rata-rata pendapatan penduduk dunia telah meningkat dua puluh kali lipat. Maka kendati penduduk miskin masih banyak, adalah hal yang biasa kalau kita menemukan perempuan miskin-lulusan SD dari sebuah dusun di Madura bolak-balik Surabaya-Hongkong.

Tetapi kita juga biasa menemukan mahasiswa yang hanya sibuk demo dan tak pernah keluar negeri sekalipun. Jangankan ke luar negeri, tahu harga tiket pesawat saja tidak, apalagi memiliki pasport.Maka bagi saya, penting bagi para pendidik untuk membawa anak-anak didiknya melihat dunia. Berbekal lima ratus ribu rupiah, anak-anak SD dari Pontianak dapat diajak menumpang bis melewati perbatasan Entekong memasuki Kuching. Dalam jarak tempuh sembilan jam mereka sudah mendapatkan pelajaran PPKN yang sangat penting, yaitu pupusnya kebangsaan karena kita kurang urus daerah perbatasan. Rumah-rumah kumuh, jalan berlubang, pedagang kecil yang tak diurus Pemda, dan infrastruktur yang buruk ada di bagian sini. Sedangkan hal sebaliknya ada di sisi seberang. Anak-anak yang melihat dunia akan terbuka matanya dan memakai nuraninya saat memimpin bangsa di masa depan. Di universitas Indonesia, setiap mahasiswa saya diwajibkan memiliki pasport dan melihat minimal satu negara.

Dulu saya sendiri yang menjadi gembala sekaligus guide nya. Kami menembus Chiangmay dan menyaksikan penduduk miskin di Thailand dan Vietnam bertarung melawan arus globalisasi. Namun belakangan saya berubah pikiran, kalau diantar oleh dosennya, kapan memiliki keberanian dan inisiatif? Maka perjalanan penuh pertanyaan pun mereka jalani. Saat anak-anak Indonesia ketakutan tak bisa berbahasa Inggris, anak-anak Korea dan Jepang yang huruf tulisannya jauh lebih rumit dan pronounciation-nya sulit dimengerti menjelajahi dunia tanpa rasa takut. Uniknya, anak-anak didik saya yang sudah punya pasport itu 99% akhirnya dapat pergi keluar negeri. Sekali lagi, jangan tanya darimana uangnya. Mereka memutar otak untuk mendapatkan tiket, menabung, mencari losmen-losmen murah, menghubungi sponsor dan mengedarkan kotak sumbangan. Tentu saja, kalau kurang sedikit ya ditomboki dosennya sendiri.

Namun harap dimaklumi, anak-anak didik saya yang wajahnya ndeso sekalipun kini dipasportnya tertera satu dua cap imigrasi luar negeri. Apakah mereka anak-anak orang kaya yang orangtuanya mampu membelikan mereka tiket? Tentu tidak. Di UI, sebagian mahasiswa kami adalah anak PNS, bahkan tidak jarang mereka anak petani dan nelayan. Tetapi mereka tak mau kalah dengan TKW yang meski tak sepandai mereka, kini sudah pandai berbahasa asing.

Anak-anak yang ditugaskan ke luar negeri secara mandiri ternyata memiliki daya inovasi dan inisiatif yang tumbuh. Rasa percaya diri mereka bangkit. Sekembalinya dari luar negeri mereka membawa segudang pengalaman, cerita, gambar dan foto yang ternyata sangat membentuk visi mereka.

Saya pikir ada baiknya para guru mulai membiasakan anak didiknya memiliki pasport. Pasport adalah tiket untuk melihat dunia, dan berawal dari pasport pulalah seorang santri dari Jawa Timur menjadi pengusaha di luar negeri. Di Italy saya bertemu Dewi Francesca, perempuan asal Bali yang memiliki kafe yang indah di Rocca di Papa. Dan karena pasport pulalah, Yohannes Surya mendapat bea siswa di Amerika Serikat. Ayo, jangan kalah dengan Gayus Tambunan atau Nazaruddin yang baru punya pasport dari uang negara.

Rhenald Kasali
Guru Besar Universitas Indonesia

6 Jawaban Bijak

Seorang biksu berkumpul dgn umat-umatnya, lalu beliau mengajukan 6 pertanyaan :

Pertanyaan 1 : Apa yg PALING DEKAT dgn diri kita di dunia ini ?
Umatnya ada yg menjawab : "orang tua", "biksu", "teman", "kerabatnya".
Yg paling dekat dgn kita adalah "kematian". Sebab kematian adalah PASTI adanya...

Pertanyaan 2 : Apa yg PALING JAUH dari diri kita di dunia ini ?
Umatnya ada yg menjawab : "negara Cina", "bulan", "matahari".
Yg paling benar adalah "masa lalu". Siapa pun kita, bagaimana pun kita dan betapa kayanya kita... tetap kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu. Sebab itu kita hrs menjaga hari ini, hari2 yg akan datang...

Pertanyaan 3 : Apa yg PALING BESAR di dunia ini ?
Umatnya ada yg menjawab "gunung", "bumi", "matahari".
Yg plg besar dr yg ada di dunia ini adalah"nafsu"... Banyak manusia menjadi celaka krn menuruti hawa nafsunya. Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi karena itu kita hrs hati2 dgn hawa nafsu ini...

Pertanyaan 4 : "Apa yg PALING BERAT di dunia ini ?".
Di antara umatnya ada yg menjawab : "baja", "besi", "gajah", ...
Yg paling berat adalah "berjanji"...

Pertanyaan 5 : "Apa yg PALING RINGAN di dunia ini ?"
Ada yg menjawab "kapas","angin", "debu", "daun2an"
Yg paling ringan di dunia ini adalah"Meninggalkan Ibadah"...

Lalu pertanyaan 6 : "Apakah yg PALING TAJAM di dunia ini ?.
Umatnya menjawab dgn serentak... "Pedang !"
Yg paling tajam adalah "lidah manusia" karena melalui lidah, manusia dgn mudahnya menyakiti hati, melukai perasaan...

Dan terakhir pertanyaan bonus : "apakah yg paling gampang di dunia ini"
Pada asal"an menjawab "makan, tidur" 3-|
Yg paling gampang adlah "broadcast pesan ini" cuman copy lalu Paste bis itu send all ke semua teman anda dan ingatkan mereka semua tentang perbuatan baik ini. ‎​Semogaa semua makhluk berbahagia.