Saturday, August 30, 2014
POTENSI TERPENDAM
Sang pianis menjawab, "Saya tidak menyanyi, Pak.."
Tapi, pelanggan itu bersikeras. Ia pun berkata pada bartender yang sedang bertugas di sana, "Saya bosan mendengarkan dentingan piano. Saya ingin dia menyanyi!"
Si bartender berteriak ke arah panggung, "Hei Bung! Kalau mau dibayar, nyanyikan satu lagu. Pelanggan minta kau nyanyi!"
Karena merasa sudah terdesak, sang pianis pun memenuhi permintaan si pelanggan. Seorang pianis yang selama ini tidak pernah menyanyi di depan umum, menyenandungkan lagu untuk pertama kalinya. Dan ternyata hasilnya sungguh di luar dugaan! Tidak ada orang yang pernah mendengar lagu jazz klasik seperti Sweet Lorraine dinyanyikan seperti malam itu oleh Nat King Cole (1940).
Sang pianis ternyata punya bakat terpendam. Ia bisa saja menghabiskan sisa hidupnya sebagai seorang pianis tanpa nama di sebuah kafe, yang juga tidak terkenal. Tapi karena ia diharuskan menyanyi, ia akhirnya bisa menjadi salah satu entertainer terkenal di Amerika bahkan dunia.
Mungkin di antara kita ada yang masih meragukan kemampuan yang dimilikinya. Mereka merasa dirinya tak memiliki suatu keterampilan atau kebisaan yang istimewa, lalu perasaan ini berkembang menjadi minder. Sebelum menjadi berlarut-larut, sadari bahwa sesungguhnya kita mempunyai keterampilan dan kemampuan.
Yang sering kali terjadi adalah kita tidak menyadari potensi kita itu, seperti halnya sang pianis dalam kisah di atas. Karena itu, pertanyaan yang tepat untuk diajukan pada diri sendiri bukannya: "Kemampuan apa yang aku miliki yang bermanfaat?" melainkan "Bagaimana aku akan menggunakan kemampuan apa pun yang aku miliki?" Dengan kesadaran dan kesungguhan untuk menekuni apa pun bakat kita itu, hasilnya hampir dipastikan akan maksimal.
Friday, August 29, 2014
Sekali membentak memarahi anak, milyaran sel otak anak rusak musnah.
Dari beberapa artikel dan penelitian disebutkan bahwa, satu bentakan merusak milyaran sel-sel otak anak kita. Hasil penelitian Lise Gliot, berkesimpulan pada anak yang masih dalam pertumbuhan otaknya yakni pada masa golden age (2-3 tahun pertama kehidupan, red), suara keras dan membentak yang keluar dari orang tua dapat menggugurkan sel otak yang sedang tumbuh. Sedangkan pada saat ibu sedang memberikan belaian lembut sambil menyusui, rangkaian otak terbentuk indah.
Penelitian Lise Gliot ini sendiri dilakukan sendiri pada anaknya dengan memasang kabel perekam otak yang dihubungkan dengan sebuah monitor komputer sehingga bisa melihat setiap perubahan yang terjadi dalam perkembangan otak anaknya. "Hasilnya luar biasa, saat menyusui terbentuk rangkaian indah, namun saat ia terkejut dan sedikit bersuara keras pada anaknya, rangkaian indah menggelembung seperti balon, lalu pecah berantakan dan terjadi perubahan warna. Ini baru teriakan," ujarnya.
Dari hasil penelitian ini, jelas pengaruh marah terhadap anak sangat mempengaruhi perkembangan otak anak. Jika ini dilakukan secara tak terkendali, bukan tidak mungkin akan mengganggu struktur otak anak itu sendiri. "Makanya, kita harus berhati-hati dalam memarahi anaknya," Tidak hanya itu, juga mengganggu fungsi organ penting dalam tubuh. Tak hanya otak, tapi juga hati, jantung dan lainnya.
Teriakan dan Bentakan menghasilkan gelombang suara. Ya, hampir semua orang mengetahui itu. Yang belum banyak diketahui orang banyak adalah, bentakan yang disertai emosi seperti marah menghasilkan suatu gelombang baru.
Emosi negatif seperti marah mempunyai gelombang khusus yang merupakan gelombang yang dipancarkan dari otak. Gelombang ini dapat bergabung dengan gelombang suara orang yang berteriak. Nah, gabungan gelombang suara dan gelombang emosi marah ini menghasilkan gelombang ketiga dengan efek yang khusus.
Efek dari gelombang ketiga ini adalah sifat destruktifnya terhadap sel-sel otak orang yang dituju. Dalam satu kali bentakan saja, sejumlah sel-sel otak orang yang dijadikan target akan mengalami kerusakan saat dia terkena gelombang ini, baik bila dia mendengar suaranya atau pun tidak. Hal ini karena gelombang ketiga ini tetap merambat sebagaimana dia gelombang suara tapi langsung ditangkap oleh otak sebagaimana gelombang otak.
Efek kerusakan pada sel-sel otak akan lebih besar pada anak-anak yang dijadikan sasaran bentakan ini. Pada remaja dan orang dewasa mengalami kerusakan yang tidak sebesar anak-anak, tapi tetap saja terjadi kerusakan.
Efek jangka panjangnya dapat dilihat pada orang-orang yang sering mengalami bentakan di masa lalunya. Mereka lebih banyak melamun serta termasuk lambat dalam memahami sesuatu. Orang-orang ini biasanya mudah meluapkan emosi negatif seperti marah, panik atau sedih. Mereka biasanya seringkali mengalami stress hingga depresi dalam hidup, karena kesulitan memahami pola-pola masalah yang mereka hadapi. Semuanya akibat dari sel-sel otaknya yang aktif lebih sedikit dari yang seharusnya.
Oleh karena itu, sebagai orang tua, pendidik, ataupun orang yang lebih tua dari 'mereka', sebaiknya memilih sikap yang lebih kreatif dalam menghadapi tingkah anak yang mungkin kurang baik. Seringkali orang tua bukan mencegah, mengarahkan, dan membimbing sebelum kesalahan terjadi. Seharusnya orang tua mempertimbangkan tingkat perkembangan kejiwaan anak, sebelum membuat aturan. Jangan menyamakan anak dengan orang dewasa. Orang tua hendaknya menyadari bahwa dunia anak jauh berbeda dengan orang dewasa. Jadi, ketika menetapkan apakah perilaku anak dinilai salah atau benar, patuh atau melanggar, jangan pernah menggunakan tolok ukur orang dewasa.
Harus diakui, orang tua yang habis kesabarannya sering membentak dengan kata-kata yang keras bila anak-anak menumpahkan susu di lantai, terlambat mandi, mengotori dinding dengan kaki, atau membanting pintu. Sikap orang tua tersebut seperti polisi menghadapi penjahat. Sebaliknya, orang tua sering lupa untuk memberikan perhatian positif ketika anak mandi tepat waktu, menghabiskan susu dan makanannya, serta memberesi mainannya. Padahal seharusnya, antara perhatian positif dengan perhatian negatif harus seimbang.
Mari yuk selalu memberi pujian tulus dan pelukan kasih sayang kepada anak-anak kita agar kelak menjadi anak yang cerdas berjiwa penuh kasih sayang
Friday, August 15, 2014
⌣»̶✽̈ RENUNGAN ✽̈«̶⌣
Jika ketenaran bisa membuat orang bahagia, tentunya Michael Jackson, penyanyi terkenal di USA, tidak akan meminum obat tidur hingga overdosis.
Jika kekuasaan bisa membuat orang bahagia, tentunya G. Vargas, presiden Brazil, tidak akan menembak jantungnya sendiri.
Jika kecantikan bisa membuat orang bahagia, tentunya Marilyn Monroe, artis cantik dari USA, tidak akan meminum alkohol dan obat depresi hingga overdosis.
Jika kesehatan bisa membuat orang bahagia, tentunya Thierry Costa, dokter terkenal dari Perancis, tidak akan bunuh diri, akibat sebuah acara di televisi.
Ternyata, bahagia atau tidaknya hidup seseorang itu, bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, kuasanya, sehatnya atau sesukses apapun hidupnya.
Tapi yang bisa membuat seseorang itu bahagia adalah dirinya sendiri... mampukah ia mau mensyukuri semua yang sudah dimilikinya dalam segala hal.
Kalau kebahagiaan bisa dibeli, pasti orang-orang kaya akan membeli kebahagiaan itu. dan kita akan sulit mendapatkan kebahagiaan karena sudah diborong oleh mereka.
Kalau kebahagiaan itu ada di suatu tempat, pasti di belahan lain di bumi ini akan kosong karena semua orang akan ke sana berkumpul di mana kebahagiaan itu berada.
Untungnya kebahagiaan itu berada di dalam hati setiap manusia.
Jadi kita tidak perlu membeli atau pergi mencari kebahagiaan itu.
Yang kita butuhkan adalah HATI yang BERSIH dan IKHLAS serta PIKIRAN yang JERNIH, maka kita bisa menciptakan rasa BAHAGIA itu kapan pun, di manapun dan dengan kondisi apapun."
KEBAHAGiAAN itu milik Orang-orang yang dapat BERSYUKUR. JIKA KAMU TIDAK MEMILIKI APA YANG KAMU SUKAI, MAKA SUKAILAH APA YG KAMU MILIKI SAAT INI.
Bagaimana menurut Anda?
MEMAHAMI KODE BAN MOBIL
↳ 205 ⇨ Lebar BAN
↳ 65 ⇨ Tinggi BAN
↳ R ⇨ Type Radial
↳ 15 ⇨ Ukuran/Ring
↳ 94 ⇨ Max Beban
↳ H ⇨ Max 210km/h
↳ S ⇨ Max 180km/h
↳ T ⇨ Max 190 km/h
↳ U ⇨ Max 200km/h
↳ V ⇨ Max 240km/h
↳ Z ⇨ >240km/h
↳ W ⇨ 270km/h
↳ Y ⇨ 300km/h
Setiap BAN ada 4 angka tercatat disisi BAN
↣ Contoh : 2214
Menunjukkan keluaran BAN baru dari pabrik pada minggu ke 22 tahun 2014
Setiap BAN, mempunyai tempo / masa penggunaan ideal 5 tahun dari tanggal dikeluarkan dari PABRIK.
Jika...
Membeli B̲A̲N̲ ̲B̲A̲R̲U̲ pastikan tahun terkini....
Jika...
Membeli BAN dengan kode tahun yang sudah lewat, maka kita berhak untuk minta Disc dari harga List sesuai dengan ketentuan.
Contoh :
2013 Potongan Disc 20%
2012 Potongan Disc 40%
2011 Potongan Disc 60%
2010 Potongan Disc 80%
Usia BAN (BARU) bila sudah lebih dari 5 tahun, maka kondisi karet ban sudah keras karena sudah masuk kategori expired. Dan sangat disarankan jangan dipakai, bisa membahayakan jiwa Anda.
Semoga Bermanfaat.
10 Trik Bicara Kepada Balita
1. Minta untuk menatap. Setiap anak terlihat tidak mendengar perkataan Anda, ulangi terus. Jika tetap tampak tidak mendengar, segera minta dia untuk menatap Anda. "Adik, lihat Bunda dong. Bunda sedang bicara dengan adik, lho!" Katakan dengan nada halus agar si kecil tidak merasa diintimidasi. Permintaan untuk menatap ini menjadi salah satu cara belajar anak, bahwa berbicara dengan orang lain harus dengan cara menatap lawan bicaranya.
2. Posisi badan sejajar. Posisikan badan Anda sejajar dengan tinggi badan anak dengan jarak tidak terlalu jauh. Posisi seperti ini membantu anak fokus pada Anda. Ia dapat menangkap pesan yang Anda berikan dan berdialog dengan Anda. Ketika si kecil masih terlihat tidak menoleh atau memerhatikan Anda, sentuh pundaknya sebagai bentuk meminta perhatiannya. Bila jarak Anda dan si kecil jauh, Anda akan kesulitan untuk menyentuhnya, bahkan ia bisa merasa Anda tidak menganggapnya sebagai lawan bicara yang penting, begitu juga dengan pesan yang Anda sampaikan.
3. Kontak mata. Anda sering mendengar "bicara empat mata" yang artinya pembicaraan yang membutuhkan kontak mata yang kuat. Kontak mata sangat dibutuhkan ketika Anda berbicara dengan anak. Kontak mata menandakan Anda bersungguh-sungguh mengajaknya berbicara. Si kecil juga merasa dirinya dianggap sebagai orang penting bagi Anda. Bukan hanya kalimat menegur atau perintah yang membutuhkan kontak mata dengan anak, dialog sederhana juga membutuhkan kontak mata.
4. Bermain peran berbicara dengan orang lain. Bisa jadi anak tidak paham bagaimana memperlakukan lawan bicaranya. Dia sebenarnya mengerti apa yang Anda bicarakan, dia juga mau melakukan apa yang Anda minta. Ajarkan cara berbicara pada orang lain dengan mengajaknya bermain peran. Gunakan boneka-boneka milik anak. Berikan peran kepada masing-masing boneka. Posisikan wajah boneka berhadap-hadapan ketika sedang berbicara agar si kecil tahu begitulah sikap yang baik ketika berbicara dengan orang lain.
5. Cari perhatian anak. Kemampuan si kecil tentang pemahaman dan tingkat konsentrasi yang belum sempurna mengharuskan Anda selalu mencari perhatian anak. Satu kali dipanggil tidak menengok, dua kali dan ketiga kali masih juga belum menengok ke arah Anda, segera cari perhatiannya, misalnya dengan menghampiri kemudian menyodorkannya satu barang yang membuat si kecil tertarik berbicara dengan Anda. Meski begitu hati-hati, jangan sampai barang tersebut malah terlalu mengalihkan perhatiannya. Jika ini terjadi, langsung jauhi barang tersebut.
6. Beri penjelasan. "Adik, lihat Bunda dong kalau diajak bicara!" Anda sering mengucapkan kalimat ini ketika si kecil tak juga memerhatikan Anda. Berhasil? Tidak selalu! Ia bosan mengapa harus menatap Anda ketika berbicara dengan Anda. Dia tidak tahu kenapa itu harus dilakukannya. Anda perlu memberikan penjelasan mengapa Anda mengharapkan si kecil menatap Anda. Lengkapi kalimat "Lihat, Bunda dong" dengan "Lihat Bunda dong, karena kamu perlu melihat ini adalah mainan yang harus kamu bereskan." Jelaskan pula bahwa menatap orang yang sedang berbicara merupakan bentuk penghargaan dan bersikap santun kepada orang tersebut.
7. Ketahui kemampuan pemahaman anak. Setiap anak punya kemampuan pemahaman yang berbeda-beda. Ada yang sudah paham bila Anda bertanya "Alasan apa yang membuat kamu melakukan itu?" Namun, ada juga yang baru bisa paham bila Anda bertanya "Adik, Bunda ingin bertanya, kamu tadi kenapa membuang gelas-gelas itu?" Alasan anak tidak menatap Anda ketika diajak berbicara, bisa saja karena dia tidak paham kepada siapa Anda bicara dan Anda bicara tentang apa. Gunakan kalimat pendek, dan sederhana sebab kemampuan konsentrasi anak usia 2-3 tahun masih belum berkembang sempurna.
8. Pilih momen. Menunggu momen yang tepat untuk berbicara dengan orang lain, termasuk si kecil, merupakan cara yang jitu. Orang dewasa saja tidak mau diganggu bila sedang asyik dengan aktivitasnya, begitu juga anak. Jika Anda bisa menunggu dia hingga tidak terlalu sibuk, mengapa tak menunggu? Kalau anak sudah selesai dengan aktivitasnya, mudah untuk Anda mengajaknya berbicara berhadapan. Untuk mengetahui, mulailah pendekatan terlebih dahulu sebagai bentuk interupsi. Cara ini membuat anak memiliki persiapan untuk menghentikan aktivitasnya.
9. Minta tolong. Percaya dengan salah satu dari 6 huruf ajaib, "TOLONG"? Coba, katakan "Tolong..." ketika berbicara pada anak sebelum mengemukakan kalimat perintah. Si kecil niscaya tidak merasa dipaksa dan diperintah sehingga ia tidak lagi mengulang perilaku tidak mau melihat, sebagai bentuk atau cara pura-pura tidak mendengar ucapan Anda. Cara ini sekaligus mengajarkan anak bagaimana bersikap santun.
10. Beri contoh. Mengajarkan bagaimana mendengarkan dan menatap si pembicara butuh contoh konkret. Jika anak merasa didengar dan ditatap ketika sedang berbicara, ia akan menyerap dan meniru bagaimana menjadi pendengar yang baik atau merespons sumber pembicara.
Melatih Anak Tidak Ngompol
Buang air kecil sebelum tidur. Lanjutkan kebiasaan ini meski tidak sedang berada di rumah. Jelaskan pada anak bahwa dia tidak boleh ngompol - apalagi di rumah kakek-neneknya.
Bangunkan anak bila dia tampak gelisah. Anak-anak yang minum susu sebelum tidur, akan merasa ingin buang air kecil di saat tidur. Anak-anak umumnya gelisah saat kandung kemihnya mulai penuh. Bangunkan anak, ajak dia ke kamar mandi. Atau, bila dia sulit membuka matanya, gendong dia ke kamar mandi dan minta dia buang air kecil.
Batasi makanan dan minuman yang manis. Batasi konsumsi gula berlebih pada anak. Secara alami, tubuh akan membuang kelebihan zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh, termasuk gula. Minuman dan makanan yang manis akan membuat anak sering buang air kecil.
Konsisten menerapkan toilet training. Tidak ada alasan Anda menghentikan toilet training. Tetap saja lakukan seperti biasa. Alat bantu seperti pispot dapat Anda bawa dari rumah atau Anda beli setibanya Anda di tempat tinggal orang tua Anda. Ajak anak ke kamar mandi setiap 1 jam sekali.
Beri pujian bila dia berhasil tidak ngompol. Dipuji karena tidak mengompol, membuat anak bangga. Dia juga merasa disayang saat dia mendapat pujian.
Hindari ancaman dan hukuman dengan mengatakan "nanti dimarahi nenek". Lebih baik Anda mengatakan "malu sama kakek-nenek dan saudara lainnya kalau kamu masih ngompol".
Gunakan perlak – alas karet - saat tidur malam. Tingkatkan percaya diri Anda dengan melepas popoknya di malam hari dan alasi tempat tidur dengan perlak yang dilapisi kain. Jika ia tiba-tiba ngompol, akan mudah menyadarinya. Segera bawa ke kamar kecil jika ini terjadi.
Jangan permalukan dan memarahi anak bila dia mengompol. Anak tak ingin mengompol, karena sebetulnya dia pun malu bila ngompol. Memarahi anak di depan anggota keluarga lain akan membuatnya makin malu dan mengikis harga dirinya.
Perlihatkan anak lain yang lebih besar yang sudah tidak ngompol lagi. Sepupu yang sudah tidak mengompol, dapat menjadi contoh bagi anak Anda. Tunjukkan bagaimana anak-anak yang sudah besar buang air kecil sendiri ke kamar mandi.
Ajarkan dia bicara saat merasa ingin buang air kecil. "Bunda, mau pipis." Adalah kalimat pendek yang seharusnya sudah dapat diucapkan anak Anda di usia ini. Ajarkan anak mengucapkan kalimat ini setiap kali dia merasa ingin pipis. Atau Anda dapat bersikap peka bila anak sudah menunjukkan gelagat ingin pipis. Anak-anak yang merasa ingin buang air kecil biasanya menggerakkan kepalanya secara tak sadar. Segera bawa anak ke kamar kecil.
Thursday, August 14, 2014
'ANAKMU MENGENALKAN SIAPA DIRIMU...!!
karena engkau MENGHUKUMNYA
terlalu BERAT.
2. Jika anakmu TIDAK PERCAYA
DIRI,itu karena engkau TIDAK
MEMBERI dia SEMANGAT
3. Jika anakmu KURANG
BERBICARA,itu karena engkau TIDAK
MENGAJAKNYA BERBICARA
4. Jika anakmu MENCURI,itu karena
engkau TIDAK MENGAJARINYA
MEMBERI.
5. Jika anakmu PENGECUT,itu karena
engkau selalu MEMBELANYA.
6. Jika anakmu TIDAK MENGHARGAI
ORANG LAIN,itu karena engkau
BERBICARA TERLALU KERAS
KEPADANYA.
7. Jika anakmu MARAH,itu karena
engkau KURANG MEMUJINYA.
8. Jika anakmu SUKA BERBICARA
PEDAS, itu karena engkau TIDAK
BERBAGI DENGANNYA.
9. Jika anakmu MENGASARI ORANG
LAIN,itu karena engkau SUKA
MELAKUKAN KEKERASAN
TERHADAPNYA.
10. Jika anakmu LEMAH,itu karena
engkau SUKA MENGANCAMNYA.
11. Jika anakmu CEMBURU,itu karena
engkau MENELANTARKANNYA.
12. Jika anakmu MENGANGGUMU,itu
karena engkau KURANG MENCIUM&
MEMELUKNYA
13. Jika anakmu TIDAK
MEMATUHIMU,itu karena engkau
MENUNTUT TERLALU BANYAK
padanya.
14. Jika anakmu TERTUTUP,itu karena
engkau TERLALU SIBUK.