Monday, July 31, 2023

KEBERANIAN dan INTEGRITAS


*Al-Capone*, gembong mafia kesohor pada zamannya di tahun 1920an, merekrut *Easy Eddy* sebagai salah satu pengacaranya yang paling dipercaya.

*Easy Eddy*, seorang pakar hukum yang sangat terkenal pada tahun 1920-1930 -an, piawai dalam membela klien- kliennya, itu sebabnya *Al-Capone* sangat mempercayai dan menyayanginya.

Kepiawaiannya selalu berhasil membebaskan kelompok mafia dari perbuatan kejahatan, dari mulai pemerasan, peredaran obat bius/narkoba, hingga kasus pembunuhan.

*Al-Capone* memberikan apa saja yang dibutuhkan oleh keluarga Eddy.

*Easy Eddy* mempunyai seorang anak laki-laki yang tinggal bersamanya di sebuah rumah yang mewah.

Kehidupan keluarga *Easy Eddy* begitu sangat nyaman.

Sampai suatu hari *Easy Eddy* berfikir tentang kekayaannya yang membuat kehidupan keluarganya menjadi nyaman tersebut.

Apakah kekayaannya ini yang dibutuhkan oleh anak saya, untuk diwariskan ?

Akankah anak saya bangga menyandang namanya dengan seluruh kekayaan ini ?

Setelah berkali-kali berfikir tentang apa yang paling baik untuk diwariskan kepada anaknya itu, sampailah kepada kesimpulan dan diputuskan.

Yang dapat diwariskan kepada anaknya ternyata bukan kekayaan, tetapi *"The legacy of a good name"*, sebuah peninggalan (warisan) nama baik.

Maka, setelah berkesimpulan bahwa mewariskan nama baik tidak pernah akan habis dimakan waktu, *Easy Eddy* memutuskan dan bertekad akan membela negara dalam memberantas kejahatan.

Ia berbalik menjadi lawan *Al-Capone*, satu-persatu kejahatan mafia pimpinan *Al-Capone* dikalahkan di pengadilan.

Dengan sepak terjang *Easy Eddy* yang berubah tersebut, di satu hari dalam perjalanan pulang ke rumah, disuatu tempat yang sepi dia dibunuh.

*Cita-citanya untuk meninggalkan nama baik harus dibayar mahal dengan hidupnya sendiri*

Saat masa yang berbeda, pada Perang Dunia ke II, ada seorang penerbang angkatan udara Amerika ditugaskan untuk membawa pesawat yang berpangkalan di kapal induk *Lexington*.

Dalam salah satu misi penerbangannya, ia menyadari bahwa pesawatnya lupa diisi bahan bakar.

Dia minta ijin untuk kembali guna mengisi bahan bakar.

Dalam perjalanan pulang ke kapal induk, ia melihat ada 9 pesawat bomber Jepang sedang menuju ke kapal induknya juga.

Mereka pasti bermaksud menenggelamkan kapal induk *Lexington*, yang tidak lain merupakan pangkalan pesawat terbangnya.

Hanya sendirian dengan persenjataan yang tidak memadai untuk pesawat musuh sebanyak itu, dia sebagai penerbang muda berani menyerang, dan dapat menembak jatuh dua buah bomber dan saat kehabisan peluru ia kemudian menabrakkan pesawatnya ke arah sayap salah satu bomber yang lain sehingga jadi tiga buah bomber yang ia jatuhkan.

Rekan-rekannya di kapal induk *Lexington* hanya bisa menyaksikan aksi pilot muda yang gagah berani tanpa bisa berbuat apa-apa.

Ia bisa mendaratkan pesawatnya kembali di kapal induk dalam keadaan babak belur.

Dia menjadi perwira Amerika pertama yang menerima medali *US Congressional Medal of Honour*, penghargaan tertinggi yang ada.

Nama orang ini adalah *Butch O Hare*, yang sekarang dipakai sebagai nama bandara di Chicago.

*Dia sebagai pahlawan yang dihormati karena keberanian dan integritasnya terhadap Negara*.

Yang sangat menarik dari dua kisah diatas adalah, ternyata *Butch O Hare* tidak lain adalah putra tunggal dari *Easy Eddy*.

Rupanya pengorbanan *Easy Eddy* untuk menunjukkan integritasnya terhadap negara dengan keberanian melawan hegemoni *Al-Capone* dalam dunia kejahatan mafia, tidaklah sia-sia.

Ia tidak hanya meninggalkan nama harum bagi keturunannya, tetapi juga berhasil mewariskan *KEBERANIAN & INTEGRITAS* kepada putranya.

Dalam keseharian, kita sering mendengar kata *INTEGRITAS* baik di pemerintahan, institusi, perusahaan, bahkan hingga komitmen "pakta integritas".

Tetapi untuk melaksanakannya butuh *KEBERANIAN* dan keyakinan yang kuat.....

Sudahkah kita memiliki *integritas* dan *keberanian*?

Friday, July 28, 2023

KULIT KERANG


_Ini kisah tentang anak lelaki yang belum genap 10 tahun, tetapi bersikap dewasa. Dengan berani dia membeli boneka beruang dengan kulit kerang demi adik perempuannya._

_Suatu hari, seorang anak lelaki yang belum genap 10 tahun, pergi ke pusat perniagaan dengan adiknya yang masih kecil._

_Ketika mereka sedang berjalan-jalan, tiba-tiba sang adik berhenti di depan pintu kedai. Rupanya di situ adalah sebuah kedai menjual mainan. Di kedai menjual mainan itu nampak ada banyak boneka._

_Wajah sang adik sangat terpesona pada boneka yang ada di dalam kedai tersebut._

_Sang abang kemudian bertanya:_ _*"Apakah kamu menginginkan sesuatu?"*_

_Sang adik pun menunjuk satu boneka beruang yang ada di kedai tersebut._

_Seperti orang dewasa, si abang ini masuk ke dalam kedai. Usianya belum genap 10 tahun namun ia dengan berani berkata pada sang pemilik kedai:_ _*"Berapa harga boneka ini, Pakcik?"*_ _Si abang berkata sambil menunjuk ke boneka beruang yang sudah diambil oleh adiknya._

_Sang pemilik kedai sesaat terkejut. Ia merasa terkejut dengan sikap anak lelaki yang berfikiran dewasa dan ambil perhatian pada adiknya itu._

_Sang pemilik kedai yang baik hati dan pemurah ini kemudian menjawab:_ _*"Berapa banyak yang dapat kamu bayar, Nak?"*_
_Tiba-tiba sang anak lelaki itu mengeluarkan_ _*kulit kerang*_ _dari poket seluarnya, kerang-kerang yang ia kumpulkan dari pantai itu diletakkannya di meja depan pemilik kedai._
_Tanpa berkata sepatah kata pun, sang pemilik kedai ini mengambili satu per satu kerang tersebut. Ia kemudian menghitung kerang-kerang itu seakan sedang menghitung wang._

_Dengan wajah takut dan sedikit cemas, anak ini berkata lagi:_ _*"Apakah kerang-kerang itu kurang, Pakcik?"*_

_Sambil tersenyum, sang pemilik kedai itu menjawab:_ _*"Oh, tidak, tidak. Ini bahkan lebih dari cukup! Aku harus mengembalikan kepada kamu sisanya."*_

_Sang pemilik kedai kemudian mengambil empat kerang itu dan mengembalikan sisanya pada si anak lelaki itu. Wajah anak ini kemudian terlihat sangat bahagia._ _Ia pun mengambil kerang-kerang sisanya dan memasukkannya lagi ke poket seluarnya. Ia kemudian tersenyum pada adiknya yang sudah memeluk boneka barunya dengan sangat senang. Mereka berdua kemudian keluar dari kedai dengan gembira._

_Salah satu peniaga yang melihat hal itu kemudian berkata:_ _*"Encik, bagaimana mungkin kamu memberikan sebuah boneka yang mahal hanya dengan bayaran empat kulit kerang tak berharga ini?"*_

_Pemilik kedai itu menjawab:_ _*"Nah, bagi kita tentu ini hanyalah sekadar kerang tak berharga, namun bagi anak itu kerang-kerang tadi merupakan harta yang tak ternilai."*_

_Setelah berhenti sejenak, pemilik kedai ini berkata lagi:_ _*"Kelak ketika ia dewasa, ia akan ingat pernah membeli sebuah boneka untuk adik kesayangannya dengan memakai kulit kerang, bukan wang. Pada saat itulah ia akan mengingat bahawa di dunia ini tentu masih ada orang baik. Dengan itu ia akan termotivasi untuk menjadi orang yang baik juga."*_

_Emosi baik yang kita tebarkan akan menyebar kepada orang lain._

_Jika setiap kita selalu menyebarkan kebaikan, niscaya dunia akan dipenuhi kebaikan._

_Mari kita tetap berbuat kebaikan sekalipun kerana itu, kita harus disisihkan, dituduh, bahkan difitnah serta dibenci oleh mereka, kerana pada akhirnya, urusan kita bukan dengan mereka yang membenci kita._

_Dan, pada saatnya, cepat atau lambat, kebaikan kita akan membahagiakan bukan saja diri kita sendiri, tetapi juga orang lain._

_"Siapa mengejar kebaikan, berusaha untuk dikenan orang, tetapi siapa mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan.

Wednesday, July 26, 2023

Friday, July 21, 2023

SAUDARA KANDUNG


Disebuah desa ada sebuah sumur yang dianggap angker ... hal ini dikarenakan setiap kali penduduk desa ingin mengambil air... tali dan ember yang diulurkan kedalam sumur selalu ditarik ... beberapa ember bahkan terlepas dari talinya ... ada yang membuka simpul tali itu di dalam sumur sana ... sekian lama tidak diketahui penyebab kejadian aneh ini ...
.
Banyak penduduk desa menyimpulkan bahwa sumur itu dihuni oleh sesosok jin jahat yang suka mengganggu . Karena air merupakan kebutuhan vital penduduk .. tetua desa pun berkumpul ... melalui musyawarah diputuskan bahwa untuk menjawab teka teki sumur angker seseorang harus masuk kedalamnya ... 
.
Tidak ada seorangpun penduduk desa yang berani untuk masuk kedalam sumur karena takut .. kecuali seorang pemuda ... ia bersedia masuk ke dalam sumur dengan satu syarat ... saudara kandungnya harus ikut memegang tali ketika ia masuk kedalam . Orang-orang bertanya " kenapa harus saudaramu ... disini juga banyak pemuda-pemuda yang tegap lagi kuat ... saudaramu itu tinggal nya jauh dari desa kita ini ?? " ... 
.
Pemuda itu tak bergeming ... karena tidak ada orang lain yang berani masuk ke dalam sumur , merekapun lalu menjemput saudara kandung pemuda itu ... Pagi itu ... setelah mengikat tubuhnya dengan tali si pemuda pun turun ke dalam sumur ... orang-orang beramai-ramai memegang tali ... termasuk disana saudara kandung nya . Perlahan mereka menurunkan tubuh pemuda itu sehingga masuk ke dasar sumur .. semua menanti dengan hati berdebar .

 Di atas batu di dasar sumur ... 
Si pemuda menemukan seekor monyet ... inilah sumber masalahnya selama ini ... Ia lalu membawa monyet itu bersamanya dan berkata : " tarik talinya !" ... Dengan segera penduduk desa menarik tali pengikat tubuh si pemuda

 Menjelang sampai ke permukaan sumur .. 
Si monyet yang begitu senang melihat cahaya matahari terlepas dari pegangan pemuda ... Si monyet memanjat sisa tali dan melompat keluar sumur .. dan .. karena kaget dengan sosok hewan ini .. dan rasa takut yang telah mencengkram hati ... penduduk desa berhamburan berlari melepas tali .. mereka mengira jin sudah merubah pemuda malang itu menjadi sesosok monyet ... semua lari kecuali saudara kandung pemuda itu ... ia tetap bertahan memegang tali dan dengan susah payah menarik tali menyelamatkan adiknya seorang diri .... 

Akhirnya..fahamlah penduduk desa .. mengapa si pemuda begitu menginginkan kehadiran saudaranya . Tanpa saudaranya ... ia pasti sudah mati terlepas tali jatuh ke dalam sumur.
.
Orang yang paling dekat dan terpercaya adalah saudara kandung mu ...
.
#Semoga kita saudara kandung tetap saling sayang hingga akhir hayat kita.Seperti ibu & ayah yang menyayangi kita sejak kita dilahirkan hingga mereka tiada.

Rules To Teach Your Son









Monday, July 17, 2023

Sunday, July 16, 2023

*_True story...._*


https://youtube.com/watch?v=S8igp3IxQJQ&feature=share
  
Ini adalah kisah  miris dari warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di Jerman.

*Layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.* 

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya.
Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. 
Tugas terakhir dosen yang  diberikan kepada siswanya diberi nama *"Smiling."*

Seluruh siswa diminta untuk memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka.

Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. 
Saya adalah seorang yg mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir, tugas ini sangatlah mudah. 

Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami dan anak bungsu saya yang menunggu di taman kampus, lalu pergi ke restoran Mc Donald yg berada di kampus.

Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya minta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk dan saya ikut antrian.

Ketika saya sedang dalam antrian, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian. 

Perasaan panik menguasai diri saya, ketika melihat mengapa mereka semua  menyingkir ?? 

Saat berbalik, saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tuna wisma yang sangat dekil. 
Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali. 

Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, dan ia sedang *_"tersenyum"_* kearah saya.

Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima _'kehadirannya'_ ditempat itu. 

Ia menyapa _"Good day !"_ sambil tetap tersenyum. Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika itu juga teringat oleh saya _'tugas'_ yang diberikan oleh dosen saya.

Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. 

Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah _"penolong"nya._

Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka, dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai didepan counter. 

Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. 

Lelaki bermata biru segera memesan : *_"Kopi saja, satu cangkir Nona."_* 

Ternyata dari koin yang dia pegang hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka. _(Aturan di restoran di Jerman, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu)_. Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.

Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yg terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka.

Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua _'tindakan'_ saya. 

Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan ?

Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi _(diluar pesanan saya)_ dalam nampan terpisah. 

Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. 

Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. 

Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap _"makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua."_

Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah ber-kaca2 dan dia hanya mampu berkata _"Terima kasih banyak, nyonya."_

Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata _"Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian."_ 

Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu. 

Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka.

Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata *"Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak-2ku !"*

Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari, bahwa hanya karena *'bisikan-NYA'* lah kami telah mampu memanfaatkan *'kesempatan'* untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan. 

Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin *'berjabat tangan'* dengan kami.

Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap 

*_"Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan oleh-NYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami."_*

Saya hanya bisa berucap _"terimakasih"_ sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada _"magnit'_ yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu me-lambai2kan tangannya kearah kami.

Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tuna wisma tadi, itu benar2 _'tindakan'_ yang tidak pernah terpikir oleh saya. 
Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa _'kasih sayang'_ Tuhan itu sangat *HANGAT* dan *INDAH* sekali! 

Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan _'cerita'_ ini ditangan saya. Saya menyerahkan _'paper'_ saya kepada dosen saya. 

Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, _"Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain ?"_ dengan senang hati saya mengiyakan.

Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. 

Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya. 

Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya. 

*_"Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu."_*

Dengan cara-NYA sendiri, Tuhan telah _'menggunakan'_ diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di sekitar suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi.

Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah mana pun, yaitu:

 *_"PENERIMAAN TANPA SYARAT."_* 

Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara : 

_*Mencintai Sesama Dengan Memanfaatkan Sedikit Harta Benda Yang Kita Miliki, dan Bukannya Mencintai Harta Benda Yang Bukan Milik Kita, Dengan Memanfaatkan Sesama.*_

Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan cerita ini kepada orang2 terdekat anda.

Disini ada _'malaikat'_ yang akan menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yang sedang membutuhkan uluran tangannya. 

Orang bijak mengatakan :

*_Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu,  tetapi hanya 'sahabat yang bijak' yang akan meninggalkan Jejak di dalam hatimu._*

Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi *_untuk berinteraksi dengan orang lain, gunakan hatimu_*