Sunday, August 10, 2014

Buku Tabungan Perkawinan



"Buku tabungan perkawinan" diberikan oleh ibu kepadaku pada hari perkawinanku.
Pada waktu itu, saya sangka buku tabungan ini berisi banyak uang, tapi saat kubuka ternyata di dalamnya hanya berisi 1.000 dolar.
Aku menatap ibu dengan pandangan kecewa, tapi ibu malah tersenyum padaku dan berkata: "Ini adalah buku tabungan perkawinan yang secara khusus dibuatkan untuk kalian, nanti jika kalian bertemu dengan hari yang pantas diperingati, kalian boleh menabungkan sejumlah uang ke dalamnya, tunggu sampai saat kalian tua, maka di dalamnya selain ada uang, juga tersimpan kebahagiaan yang tiada batas."
Pada waktu itu, aku tidak sependapat dengan pandangan ibu, tapi suamiku malah mengingatnya baik-baik di dalam hati.
Tidak lama setelah menikah, suamiku terlebih dahulu menabung sebanyak dua kali, masing-masing sebanyak 500 dolar, sekali karena dia mendapatkan promosi jabatan, sekali lagi karena aku keluar rumah sakit setelah menjalani operasi.
Saat itu aku menertawainya sebagai kurang kerjaan, padahal sesungguhnya hatiku merasa bahagia sekali, sebab dia menganggap kesehatanku sebagai suatu hal yang membahagiakannya.
Tak lama kemudian, aku pun hamil. Kali ini, aku menabungkan 2.000 dolar ke dalamnya.
Namun segera kemudian, kami mulai memiliki pertengkaran dan saling mengabaikan; kebahagiaan saat anak kami lahir hanya bertahan sejenak, popok yang dicuci tak habis-habisnya dan susu yang tak ada habisnya dibeli, semakin memperburuk hubungan kami.
Buku tabungan perkawinan itu sepertinya telah terlupakan dan tersimpan di sudut laci meja tanpa pernah tersentuh lagi, angka tabungan di dalamnya juga tidak pernah bertambah lagi.
Ketika kami mulai ribut untuk bercerai, ibu mengatakan: "Kalian habiskan dulu uang yang ada dalam buku tabungan kalian, baru kemudian bercerai! Walau pun jumlah uangnya tidak banyak, tapi itu adalah harta bersama dari kalian berdua."
Dari itu, untuk pertama kalinya aku menarik uang sebanyak 1.000 dolar, namun ketika aku meninggalkan pusat perbelanjaan dengan menenteng beberapa potong pakaian yang telah lama kuinginkan, aku ternyata masuk kembali ke pusat perbelanjaan dan mengatakan kepada wanita penjualnya: "Maaf! Aku tidak jadi membeli pakaian ini, harap anda bisa mengembalikan uang belanjaku tadi."
Mungkin situasinya sangat memalukan, tapi yang teringat dalam otakku hanyalah asal uang 1.000 dolar dalam buku tabungan perkawinan ini.
Suamiku adalah seorang pria pemalu, tapi dia pernah berteriak keras "I love you" di jalanan, untuk itu aku menabung 100 dolar; dia ingat akan hari ulang tahunku, ukuran sepatuku, passwordku dan hal yang paling kutakuti, aku menabungkan 300 dolar pada hari ulang tahunku; dia bersikap sopan pada wanita, juga menjaga jarak dengan wanita lain, tidak memberikan kesempatan kepada bawahan wanita yang diam-diam mencintainya, aku menabung 500 dolar untuk ini.
Wah! Ternyata di dalam 1.000 dolar ini terdapat begitu banyak akumulasi kebahagiaan, kemudian ketika aku melihat pada uang 20.000 dolar lebih di dalam buku tabungan perkawinan ini, mataku mendadak terasa sedikit basah.
Malam hari ketika pulang ke rumah, aku menyerahkan buku tabungan kepada suamiku dan berkata: "Harap segera habiskan uang tabungan ini, setelah habis, kita boleh bercerai."
Malam berikutnya, dia menyerahkan buku tabungan kembali ke tanganku, ketika kubuka ternyata uang tabungan malah bertambah 1.000 dolar.
Dia mengatakan: "Setiap dolar di dalamnya menyimpan proses perjalanan yang pernah kita lalui, untuk pertama kalinya aku menemukan bahwa ternyata aku begitu mencintaimu, jadi aku kembali menabungkan 1.000 dolar ke dalamnya."
Sejak itu, hubungan kami kembali mesra seperti semula.
Perkataan ibu sungguh benar, dia membuatkan sebuah rekening untuk kami atas nama cinta, semua kegembiraan, kebahagiaan dan romantisme antara kami suami istri dimasukkan ke bank.
Dengan adanya buku tabungan perkawinan yang mengakumulasikan hari demi hari dan bulan demi bulan, bahkan perkawinan yang paling miskin sekali pun, juga tidak perlu takut kehabisan dana.
婚姻存摺
『婚姻存摺』是出嫁那天,媽媽遞到我手上的。
當時,我以為會是一大筆錢,打開一看發現只有1000元。
我用失望的眼神看著媽媽,媽媽卻笑著說:「這是我特意為你們辦理的『婚姻存摺』,以後每逢值得紀念的日子,都可以存一筆錢,等到老的時候,裏面除了錢,還有無限的幸福。」
當時,我對母親這份心思不以為然,倒是丈夫記在了心上。
婚後沒多久,他就先後存了兩個500元,一個是因為他升職了,第二個是因為我手術治癒出院。
當時我嘴上笑他無聊,其實心裏甜蜜無比,畢竟他把我的健康也當作一件讓他感到幸福的事。
沒過多久,我懷孕了。這一次,我足足往裏面存了2000元。
但很快,我們開始有了爭吵和冷漠;孩子出生帶來的快樂是短暫的,洗不完的尿布、喂不完的奶,進一步加劇了我們感情的惡化。
而那本婚姻存摺像被遺忘了,寂寞地躺在抽屜角落,上面的數字久未見漲。
我們鬧離婚的時候,媽媽說,你們先把存摺上面的錢花光了再離吧!雖然錢不多,但是你們共同的財產。
於是,我第一次取了1000元,然後拎著幾件心儀已久的衣服離開商場時,我又回去對售貨小姐說:「對不起,我不買了,請你退回我剛才付給你的錢。」
也許當時的局面窘迫極了,但我腦海裏想到的是那1000元婚姻積蓄的來源。
他是個害羞的男人,但曾在街頭大聲地對我說『我愛你』,我為此存下100元;他記得我的生日、鞋號、密碼及最怕的事,我為此在生日那天存下300元;他對女人有風度,也有距離,不給暗戀他的女下屬任何機會,我為此存下500元。
啊,這1000元裏就有這麼多的幸福積累,再看看婚姻存摺上的兩萬多元,我的眼睛忽然就有些濕潤起來。
晚上回到家,我把存摺交給他,說:「趕緊花吧,花光了好離婚。」
第二天晚上,他把存摺遞到我手上,我打開一看,發現反而多了1000元。
他說:「那上面的每一元錢都記錄著我們走過的歷程,我第一次發覺原來是這樣的愛你,索性又存進了1000元。」
我們從此又和好如初了。
還是媽媽說得對,以愛情的名義為婚姻開個戶口,把夫妻間所有快樂的、幸福的、浪漫的事,通通存進銀行。
有了這本日積月累的婚姻存摺,即使是再貧窮的婚姻,也決不害怕透支。